Ini Penyebab Hyundai dan Mitsubishi Menarik Produknya di Cina

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Logo Hyundai. REUTERS/Kim Hong-Ji

    Logo Hyundai. REUTERS/Kim Hong-Ji

    TEMPO.CO, Beijing - Pabrik otomotif Hyundai dan Mitsubishi menarik ribuan produknya yang dipasarkan di Cina karena persoalan teknis yang dapat mengancam keselamatan jiwa penumpang.

    Pemerintah Cina menyatakan bahwa Hyundai secara bertahap menarik 63.852 mobilnya dari pasaran karena berpotensi membahayakan penumpang akibat permasalahan pada sistem elektronik.

    Penarikan tersebut dilakukan Hyundai khusus untuk jenis mobil SUV merek Tucson produksi 1 April 2017 hingga 25 Oktober 2017 karena gagal memenuhi syarat yang ditetapkan oleh Badan Supervisi, Inspeksi, dan Karantina Kualitas Produksi (GAQSIQ) Cina, demikian media resmi setempat, Rabu 31 Januari 2018.

    Baca: Hyundai Masih Tertarik pada Pasar SUV, Ini Penjelasan Bos HMI

    Produsen mobil tersebut menyatakan bahwa kesalahan pada sistem elektronik bisa menimbulkan korsleting.

    Penarikan produksi tersebut akan dimulai pada Kamis 1 Februari. Pihak Hyundai akan memeriksa dan memperbaiki komponen yang bermasalah pada kendaraan tersebut secara cuma-cuma.

    Pihak Hyundai mulai Kamis juga akan menarik 33.722 unit Tucson yang diproduksi dalam kurun waktu 1 Juni 2016 hingga 23 Agustus 2016 karena ada masalah pada transmisi kopling ganda (TCU).

    Untuk mengurangi risiko keselamatan penumpang, produsen mobil asal Korea Selatan tersebut akan memperbaiki kendaraan jenis itu secara cuma-cuma.

    Tak hanya Hyundai, Mitsubishi Motors juga akan menarik 51.596 unit kendaraan yang beredar di daratan Tiongkok tersebut karena kegagalan pada sistem pengereman yang berpotensi mengancam keselamatan penumpang.

    Mitsubishi Motors Sales (Cina) Co Ltd dinilai gagal memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh GAQSIQ.

    Kendaraan impor merek Outlander buatan 15 November 2012 hingga 28 Januari 2016 mulai ditarik dari pasaran pada 27 April 2018, demikian Xinhua mengutip pernyataan GAQSIQ.

    Rem cakram berpotensi kemasukan air sehingga dapat mengakibatkan korosi. Jika hal itu dibiarkan, maka sistem pengereman tidak akan maksimal sehingga kendaraan bisa tak terkendali saat parkir. 

    Baca: Spy Shoot Pengujian City Car Hyundai Santro Beredar

    Pabrikan mobil asal Jepang itu akan mengecek rem belakang. Jika ada korosi, pihaknya akan memperbaiki rem cakram. Namun jika tidak ditemukan korosi, komponen itu akan diupayakan supaya tidak kemasukan air. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.