2 Strategi Toyota Menghadapi Persaingan Pasar 2018

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warih Andang Tjahjono (kanan). TEMPO/Frannoto

    Warih Andang Tjahjono (kanan). TEMPO/Frannoto

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) telah menyiapkan strategi dalam menghadapi persaingan dan meraih target yang lebih tinggi pada 2018. Tahun lalu, Toyota membukukan volume ekspor tertinggi sebanyak 199.600 unit.

    "Melihat perkembangan indikator perekonomian dalam negeri maupun diluar negeri, TMMIN berharap kinerja 2018 bisa menyamai bahkan lebih baik dibandingkan tahun lalu, baik di pasar dalam negeri maupun ekspor," kata Wakil Presiden Direktur TMMIN, Edward Otto Kanter dalam keterangannya, Selasa 30 Januari 2018.

    Baca: Ekspor Toyota 2017 Tertinggi Sejak 1987, 2 Mobil Ini Paling Laku

    Langkah yang dilakukan tersebut meliputi berbagai program peningkatan kinerja melalui pengembangan kualitas sumber daya manusia (SDM) di internal perusahaan maupun di perusahaan pemasok. Serta mendukung program pemagangan pemerintah guna menyiapkan tenaga kerja industri yang kompeten.

    "Kita harapkan hubungan dagang yang baik antara Indonesia dan negara tujuan ekspor juga dapat membantu menjaga volume ekspor kami di tahun ini,” kata Wakil Presiden Direktur TMMIN, Edward Otto Kanter.

    TMMIN juga akan meningkatkan kerjasama dengan pemasok terkait penggunaan komponen lokal. Tahun lalu, TMMIN berhasil mendorong suplier untuk menggunakan bahan baku non-woven material (material pelapis atap bagian dalam) dan resin polyproylene impact copolymer (plastik) yang diproduksi perusahan dalam negeri.

    Tahun ini, TMMIN fokus pada upaya penggunaan beberapa bahan baku lokal seperti aluminium dan baja yang bekerjasama dengan beberapa perusahaan lokal negara.

    "Peningkatan penggunaan bahan baku komponen dari produk lokal merupakan salah satu target perusahaan," kata Presiden Direktur TMMIN, Warih Andang Tjahjono.

    Warih menambahkan, "TMMIN tidak hanya meningkatkan penggunaan komponen lokal, tapi juga bahan baku yang diproduksi di dalam negeri dan diharapkan dari tahun ke tahun terus meningkat."

    Baca: Aliansi Renault dan Nissan Paling Laris, Toyota Ikuti Strategi

    Sebelumnya, Toyota mengumumkan kinerja ekspor kendaraan dalam bentuk kendaraan utuh atau Completely Built-Up (CBU) sepanjang 2017 sebanyak 199.600 unit atau naik 18 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 169.100 unit. Pencapaian itu tercipta berkat kontribusi besar model Fortuner yang mencapai rekor tertinggi dalam lima tahun terakhir.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara