Helm NHK Buatan Lokal Akan Dipakai Jules Danilo Balap di Moto2?

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Helm NHK siap turun di Moto2 dengan pembalap asal Prancis Jules Danilo. Sumber: instragram @NHKHelmet

    Helm NHK siap turun di Moto2 dengan pembalap asal Prancis Jules Danilo. Sumber: instragram @NHKHelmet

    TEMPO.CO, Jakarta - Helm NHK buatan Indonesia akan mengikuti jejak pesaingnya KYT turun balap di Moto2. Hal tersebut terungkap dari instagram @nhkhelmet yang menampilkan desain helm yang biasa digunakan pembalap Moto2 Jules Danilo. Motif putih hitam dengan hiasan bunga warna kuning biru menempel pada helm NHK model hurricane yang masih menjalani pengujian. "Prototipe of moto2 rider's helmet," tulis admin NHK helmet.

    Baca: Tarakusuma Indah Merilis Helm KYT R-10 Flat Visor Harga Murah

    Ungkapan instagram helm NHK dibenarkan oleh Jules Danilo. Dalam akun twitter @JuliesDanilo_95 menyebut telah menjalani pengetesan helm barunya NHK dengan motor supermoto. Ia pun menyatakan senang dengan performa helm yang dikenakannya. "Great days riding on the supermoto! Tested my nes @NHKHelmet, worked on my riding and had fun 100 #2018startsnow," ucapnya.

    Ia juga menggunggah fotonya saat menggendarai supermoto saat sedang menikung di sirkuit. Jules yang menggunakan bernomor 95 itu memakai helm NHK warna hitam polos tanpa motif. Tahun lalu, Jules menggunakan merek helm SHOEI asal Jepang serupa dengan model yang dipakai Marc Marquez.

    Tak hanya Jules, helm yang diproduksi oleh PT. Danapersadaraya Motor Industri (PT. DMI) yang berlokasi di Citereup, Bogor juga sempat digunakan oleh Karel Abraham, pembalap asal Republik Cek. Saat itu, Karel yang kini menjadi pembalap Ducati Avintia juga menguji cobanya dengan supermoto.

    Baca: AGV Merilis Koleksi Helm Retro Agostini, Simak Keunikannya

    Sebelum Helm NHK turun di even balap paling top di dunia, helm lokal, KYT telah mendukung sejumlah pembalap MotoGP yaitu Aleix Espargaro, pembalap Moto2 Simone Corsi, Xavier Simeon dan Andrea Locatelli.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mereka Boleh Tetap Bekerja Saat DKI Jakarta Berstatus PSBB

    PSBB di Jakarta dilaksanakan selama empatbelas hari dan dapat diperpanjang. Meski demikian, ada juga beberapa bidang yang mendapat pengecualian.