Begini Kesiapan Pertamina Bangun SPLU untuk Mobil Listrik

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Karyawan memeragakan pengisian listrik ke dalam telepon genggamnya di Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU) pertama di PLN DKI Gambir, Jakarta, Minggu (5/8). Untuk tahap awal, PLN akan menyiapkan 10 unit SPLU dan tersebar di beberapa tempat di Jakarta. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Karyawan memeragakan pengisian listrik ke dalam telepon genggamnya di Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU) pertama di PLN DKI Gambir, Jakarta, Minggu (5/8). Untuk tahap awal, PLN akan menyiapkan 10 unit SPLU dan tersebar di beberapa tempat di Jakarta. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Senior Vice President Research and Technology Center Pertamina Herutama Trikoranto mengatakan pihaknya berencana
    untuk membangun Stasiun Penyedia Listrik Umum (SPLU). Pembangun SPLU itu dilakukan guna mendukung kesiapan mobil listrik untuk masuk ke Indonesia.

    "Pertamina saat ini provide energi dalam bentuk BBM tentunya kalau nanti ada kendaraan listrik (EV) kami ingin bisa provide energi dalam bentuk listrik dan untuk bisa menampung storage baterai. Kami ingin berkontribusi dalam penyediaan baterai dan stasiun chargingnya," ujar Herutama di Singapura, Selasa, 6 Februari 2018.

    Baca: Reaksi Pabrikan Mobil Soal Lambatnya Regulasi Mobil Listrik

    Heru mengatakan pihaknya tak menutup mata terhadap perkembangan global mobil listrik yang ramah lingkungan. Jika ke depannya kebutuhan minyak berkurang, kata dia, pihaknya telah memikirkan bagaimana crude oil yang dimilikinya bisa tetap berguna.

    Menurut dia, crude oil tersebut masih dapat dimanfaatkan untuk industri petrokimia. "Kalaupun nanti berkurang bisa dimanfaatkan untuk industri petrokimia. Indonesia ini sudah masuk negara industri tetapi kebutuhan petrokimianya masih impor," ujar dia.

    Meski begitu, Herutama belum dapat menjelaskan kapan rencana tersebut dapat terealisasikan. Bagi Pertamina, kata Herutama, rencana pembangunan SPLU ini merupakan bagian dari rencana besar dari energi terbarukan.

    Ketika ditanya apakah rencana tersebut bakal menimbulkan tumpang tindih dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN), Herutama menjawab tidak. Sebab, menurut dia, PLN memiliki tugas menyuplai listrik untuk kebutuhan masyarakat.

    "Saya kira tidak, PLN penyedia listrik negara dan juga menyediakan listrik buat masyarakat. Indonesia sangat luas masih banyak rakyat yang belum merasakan listrik," ujar dia.

    Dia menjelaskan energi listrik yang akan dihasilkan Pertamina nanti harus bersih dan ramah lingkungan. "Nah kami akan mencoba menyediakan energi charging stasiun dari yang lebih bersih apakah itu solar atau gas hybird. Meskipun butuh karbon, tapi lebih bersih dari batubara," ujar dia.

    Baca: Produk Baru Total Tantang Pertalite Buatan Pertamina, Harganya...

    Saat ini di Jakarta, PLN Distribusi Jakarta Raya sudah memasang sekitar 900 SPLU dan sampai akhir tahun total ada 1.000 SPLU. Sebelumnya Ikhsan Asaad, General Manager PLN Disjaya, mengatakan tahun ini berencana membangun 1.500 SPLU. "Jadi bagi para peminat kendaraan listrik, jangan khawatir, infrastrukturnya akan kita sediakan," ujar Ikhsan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.