Tren Mobil Listrik, Pertamina Akan Produksi Baterai

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah mobil listrik Tesla Roadster diperlihatkan saat berada di dalam roket Falcon Heavy jelang diberangkatkan ke Mars di Cape Canaveral, Florida, AS, 6 Februari 2018. Diketahui, Tesla Roadster tersebut menggunakan baterai berdaya 200 kWh, yang mampu menempuh jarak 998 kilometer hanya dengan sekali pengisian baterai. AP Photo

    Sebuah mobil listrik Tesla Roadster diperlihatkan saat berada di dalam roket Falcon Heavy jelang diberangkatkan ke Mars di Cape Canaveral, Florida, AS, 6 Februari 2018. Diketahui, Tesla Roadster tersebut menggunakan baterai berdaya 200 kWh, yang mampu menempuh jarak 998 kilometer hanya dengan sekali pengisian baterai. AP Photo

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Pertamina (Persero) serius memasuki energi ramah lingkungan terutama energi matahari dan angin. Senior Vice President Research & Technology Center Pertamina Herutama Trikoranto mengatakan bahwa kedua sumber energi itu tergolong tidak stabil. Sebab itu perusahaan milik negara ini membutuhkan teknologi untuk menyimpan listrik, yakni baterai.

    “Utamanya Pertamina ingin mengembangkan energi baru terbarukan. Nilai tambah lain kami bisa support untuk mobilitas,” katanya di sela acara Nissan Futures di Singapura, Selasa 6 Februari 2018.

    Baca: Begini Kesiapan Pertamina Bangun SPLU untuk Mobil Listrik

    Hal ini bisa menjadi kekhawatiran Kementerian Perindustrian. Di dalam acara yang sama Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika Harjanto mengatakan bahwa baterai menjadi satu isu penting bagi pemerintah Indonesia untuk pengembangan kendaraan listrik. Tanpa memiliki teknologi pembuatan baterai, Indonesia hanya akan jadi pasar bagi negara lain.

    “Kayak HP [ponsel] bikin casing gampang. Paling-paling kita jadi pembeli teknologi mobil build up, atau baterainya datang, CKD, dirakit di Indonesia jadi,” katanya.

    Adapun kendaraan listrik memang menjadi tren dunia saat ini. Beberapa negara memiliki strategi masing-masing untuk mengarah ke sana, termasuk di antaranya menghentikan produksi kendaraan berbahan bakar minyak. 

    Baca: Reaksi Pabrikan Mobil Soal Lambatnya Regulasi Mobil Listrik

    Di Indonesia, pemerintah  menargetkan mobil listrik mengisi 20 persen populasi kendaraan baru. Di sisi lain, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan menginginkan seluruh kendaraan sudah menggunakan teknologi listrik pada 2040.

    BISNIS

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.