Lagi, Kantor Audi Digerebek Karena Skandal Emisi

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang model berjalan di depan logo Audi saat launching New Audi Q5 di Mumbai India. (REUTERS/Arko Datta)

    Seorang model berjalan di depan logo Audi saat launching New Audi Q5 di Mumbai India. (REUTERS/Arko Datta)

    TEMPO.CO, Jakarta - Jaksa penuntut Jerman, Selasa, 6 Februari 2018, mengatakan bahwa mereka menggerebek kantor milik produsen mobil Audi, penyerbuan kedua dalam sepekan yang terkait dengan kecurangan emisi diesel di anak perusahaan Volkswagen itu.

    Penyerbuan di rumah pribadi dan kantor milik Audi di negara bagian Jerman selatan, Bavaria dan Baden-Wuerttemberg “berfokus pada penggunaan perangkat teknis untuk memanipulasi data emisi pada mesin diesel V6 berkapasitas 3,0 liter yang dijual di pasar Eropa,” ungkap otoritas dalam sebuah pernyataan. 

    Baca: Skandal Emisi, 2.200 Pegawai VW Terancam Nganggur

    Sekitar 14 orang sekarang dicurigai dalam penyelidikan dugaan kecurangan dan iklan ilegal yang terkait dengan 210.000 mobil diesel yang dijual sejak 2009, yang juga mendorong jaksa penuntut untuk menggeledah rumah enam karyawan pada Rabu lalu.

    Penggerebekan pada Selasa adalah yang ketiga dalam setahun terhadap perusahaan itu, setelah putaran penggeledahan pertama pada Maret 2017. 

    Simak: Audi Recall 127 Ribu Kendaraan Terkait Software Kontrol Emisi

    Sebagian besar target adalah insinyur yang terlibat dalam pembuatan mesin, ungkap jaksa pekan lalu, menegaskan kembali pada Selasa bahwa tidak ada pejabat eksekutif Audi yang termasuk di antara para tersangka.

    Juru bicara Audi mengonfirmasi adanya penggerebekan tersebut, seraya menambahkan bahwa “kami bekerja sama sepenuhnya dengan pihak berwenang,” katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.