Kamis, 24 Mei 2018

Belum Resmi Meluncur, Wuling Cortez Sudah Laku 92 Unit

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wuling Motors Indonesia meluncurkan Wuling Cortez yang akan bersaing di segmen MPV bersama Toyota Kijang Innova. Model ini baru akan dipasarkan pada awal tahun depan. Sentul, 18 Desember 2017. TEMPO/Naufal Shafly

    Wuling Motors Indonesia meluncurkan Wuling Cortez yang akan bersaing di segmen MPV bersama Toyota Kijang Innova. Model ini baru akan dipasarkan pada awal tahun depan. Sentul, 18 Desember 2017. TEMPO/Naufal Shafly

    TEMPO.CO, Jakarta - Pendatang baru di segmen MPV, Wuling Cortez, segera menyapa publik Indonesia. Berdasarkan undangan yang diterima Tempo, Wuling Cortez direncanakan meluncur secara resmi hari ini, Kamis, 8 Januari 2018, di Jakarta.

    Mobil 7 penumpang yang berhadapan langsung dengan Toyota Kijang Innova ini sebelumnya baru sebatas diperkenalkan di kalangan jurnalis pada 3 Desember 2017 di Sirkuit Sentul, Bogor, Jawa Barat.

    Interior Wuling Cortez. TEMPO/Naufal Shafly

    Sejak awal Januari, Wuling Motors mulai membuka pre-booking di seluruh dealer Wuling di Indonesia dengan tanda jadi Rp 5 juta. "Kami membuka pemesanan Wuling Cortez agar memberikan pengalaman yang istimewa bagi pelanggan untuk dapat memiliki pilihan baru dari Wuling," kata Vice President of Vehicle Sales, Service and Marketing (VSSM) Wuling Motors, Cindy Cai di Jakarta, awal Januari lalu.

    Baca: Ini Kelebihan Transmisi Matic pada MPV Wuling Cortez

    Meski belum resmi meluncur, Wuling Cortez ternyata sudah mencatat penjualan. Berdasarkan data yang dirilis Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang dirilis pada Januari lalu, Wuling Cortez 1.8L bertransmisi manual laku 47 unit. Sedangkan Cortez 1.8L otomatis terjual 45 unit. Penjualan itu mengaku pada data Desember 2017.

    Interior Wuling Cortez. TEMPO/Naufal Shafly

    Wuling Cortez mengusung mesin berbahan bakar bensin dengan kapasitas 1.800 cc. Mesin ini dapat menghasilkan tenaga 129 HP pada 5.600 rpm dan torsi maksimum 174 Nm. Kehandalan mesin itu dipadukan dengan transmisi i-AMT (intelligent Automated Mechanical Transmission) yang diproduksi khusus oleh Aisin untuk Cortez.

    Transmisi i-AMT ini memiliki dua mode berkendara, yaitu E dan S yang merupakan singkatan untuk Eco dan Sport. Untuk varian, MPV kedua Wuling ini nantinya akan memiliki 2 tipe, yakni Cortez 1.8 C dan Cortez 1.8 L.

    Simak: Wuling Cortez Segera Meluncur, Ini Jadwal Pengiriman ke Konsumen

    Wuling Cortez diklaim memiliki fitur berlimpah dibanding kompetitornya seperti Anti-lock Braking System (ABS), Electronic Brake force Distribution (EBD), Brake Assist (BA), Automatic Vehicle Holding (AVH), Hill Hold Control (HHC), Airbag, Head unit layar 8 inchi ditengah dasbor, tombol pengendali fungsi audio dan panggilan telepon via Bluetooth di kemudi, serta Sunroof dan fitur-fitur lainnya.

    Wuling Motors Indonesia meluncurkan Wuling Cortez yang akan bersaing di segmen MPV bersama Toyota Kijang Innova. Model ini baru akan dipasarkan pada awal tahun depan. Sentul, 18 Desember 2017. TEMPO/Naufal Shafly

    Untuk medukung layanan purna jual, Wuling sekarang telah memiliki 50 jaringan bengkel 3S (Sales, Service, Spare Part) di beberapa kota di Indonesia dan akan menambah menjadi 80 pada 2018 ini. Ini merupakan komitmen dan layanan kepada konsumen Wuling di Indonesia.

    Simak: Wuling Cortez Dipasarkan, Begini Persaingan di Kelas MPV Medium

    Untuk harga resmi, Wuling baru akan merilisnya saat peluncuran resmi hari ini. Namun, informasi yang didapat Tempo bahwa Wuling Cortez akan dipasarkan dengan harga mulai dari Rp 220 juta hingga Rp 268 juta on the road DKI Jakarta. Riciannya, Wuling Cortez akan dipasarkan dalam 5 varian yaitu Cortez 1.8C MT (Rp 220 juta), 1.8C AMT (Rp 230 juta), 1.8C Lux+ AMT (Rp 235 juta), 1.8L Lux+ MT (Rp 258 juta) dan tertinggi 1.8L Lux+ AMT (Rp 268 juta).


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Pasang Surut Hubungan Anwar Ibrahim dengan Mahathir Mohamad

    Anwar Ibrahim mendukung PM Malaysia Mahathir Mohamad, padahal Anwar sempat berseteru dan akhirnya dijebloskan ke penjara oleh Mahathir di 1999.