Mitsubishi Akan Tambah Penggunaan Robot jika Biaya Pekerja Naik

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Direktur PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia Takao Kato dalam seremony penyerahan Mitsubishi Xpander ke 100 konsumen pertama di Pabrik Mitsubishi di Cikarang, 3 Oktober 2017, TEMPO/Wawan Priyanto

    Presiden Direktur PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia Takao Kato dalam seremony penyerahan Mitsubishi Xpander ke 100 konsumen pertama di Pabrik Mitsubishi di Cikarang, 3 Oktober 2017, TEMPO/Wawan Priyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia (MMKI) pada April lalu meresmikan pabrik dengan total nilai investasi Rp 7,5 triliun. Angka tersebut termasuk penggunaan robot di pabrik tersebut, yang rasionya 40 persen.

    “Robot paling banyak ditempatkan di bagian welding (pengelasan) dan painting (pewarnaan),” ujar Presiden Direktur MMKI Takao Kato dalam acara kunjungan pabrik di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Rabu, 7 Februari 2018.

    Baca: Pesanan Meroket, Mitsubishi Perlihatkan Produksi Xpander

    Takao menjelaskan, rasio penggunaan robot di pabrik Cikarang sama dengan di pabrik Thailand, “Angka tersebut sama dengan yang ada di Thailand. Kalau di Jepang, rasionya lebih dari 90 persen,” katanya.

    Terkait dengan tenaga manusia yang akan kalah bersaing dengan penggunaan tenaga robot, dia menuturkan tidak menutup kemungkinan pabrik tersebut akan menambah tenaga robot jika biaya sumber daya manusia atau pekerja terus meningkat.

    “Jika upah pekerja di Indonesia terus meningkat, maka kami akan mempertimbangkan untuk menambah robot di pabrik kami,” ucapnya kepada sejumlah media.

    Saat ini, pabrik MMKI yang terletak di kawasan GIIC Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, memperkerjakan lebih dari 3.000 karyawan. Pabrik tersebut seluas 51 hektare dan dibangun pada 2014.

    Baca: Ini Alasan Mitsubishi Belum Menjual Eclipse Cross di Indonesia

    Pabrik tersebut memproduksi dua model, yakni Xpander dan Pajero Sport. Rencananya, tahun ini pabrik juga akan memproduksi Colt L 300. Sebanyak 51 persen saham pabrik MMKI merupakan milik Mitsubishi Motors, 40 persen milik Mitsubishi Corporation, dan 9 persen milik Krama Yudha Group.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Forbes: Ada Perempuan Indonesia yang Lebih Berpengaruh Daripada Sri Mulyani

    Berikut sosok sejumlah wanita Indonesia dalam daftar "The World's 100 Most Powerful Women 2020" versi Forbes. Salah satu perempuan itu Sri Mulyani.