Tips Mengatasi Rem Blong Saat Lewati Tanjakan Emen

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Supir PO Budiman, Dedi. TEMPO/Naufal Shafly

    Supir PO Budiman, Dedi. TEMPO/Naufal Shafly

    TEMPO.CO, Jakarta - Mengendarai bus di jalanan perbukitan seperti Tanjakan Emen, Subang, khususnya saat kondisi menurun memerlukan kondisi kendaraan yang prima. Selain itu, pengalaman dan ketenangan supir merupakan faktor lain yang menunjang keselamatan dalam berkendara di jalanan perbukitan.

    Di jalanan perbukitan khususnya saat kondisi jalan menurun, rem akan bekerja ekstra keras dan berpotensi mengalami overheat atau panas berlebih. Hal tersebut berkemungkinan menyebabkan kanvas terbakar dan rem menjadi blong.

    Supir bus senior PO Hasta Putra Utama, Suranto dan supir bus senior PO Budiman, Dedi menceritakan pengalamannya kepada Tempo terkait dengan mengatasi rem bus yang blong saat berjalan di wilayah perbukitan.

    Baca: Menghadapi Tanjakan Emen, Begini Trik Sopir Bus Senior

    Menurut Suranto, dirinya pernah satu kali mengalami rem blong di kawasan Alas Roban, Jawa Tengah. Ia mengakui saat itu mengehentikan mobil dengan cara menabrakan ke pepohonan, tebing dan berhenti di kuburan.

    “Waktu itu saya belokkan secara zig zag ke arah pepohonan dan tebing, tapi itu tidak saya tabrakan secara langsung, saya serempet secara perlahan sebanyak tiga kali dan berhenti di selokan kuburan,” kata Suranto yang sudah sejak tahun 1990 menjadi supir bus.

    Menurutnya, ketenangan dari supir sangat mempengaruhi pengambilan keputusan dalam kondisi tersebut. “Itu sih tergantung ketenangan dan pengalaman, karena kalau kita panik terus salah ambil keputusan bisa celaka,” kata pria berusia 58 tahun tersebut.

    Senada dengan Suranto, Dedi yang sudah 20 tahun menjadi supir bus pun kompak mengatakan ketenangan supir dalam mengambil keputusan merupakan faktor yang menentukan keselamatan. “Harus tenang, karena kalau panik bisa salah ambil keputusan ujung-ujungnya celaka.” Kata Dedi saat ditemui Tempo pada Minggu, 11 Februari 2018 di Terminal bus Kampung Rambutan.

    Menurut Dedi, jika bus tiba-tiba mengalami rem blong, yang harus dilakukan adalah menarik tuas rem tangan dan menurunkan gigi secara bertahap. Tujuannya agar laju bus sedikit tertahan dan kecepatannya berkurang.

    Sebelumnya, kecelakaan maut menimpa bus pariwisata di Tanjakan Emen, Ciater, Kabupaten Subang, pada Jumat, 10 Februari 2018. Kepala Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Subang Ajun Komisaris Budhy Hendratno menuturkan kecelakaan itu bermula saat bus bernomor polisi F-7959-AA melaju dari arah Bandung menuju Subang.

    Baca: Showroom Subaru Ini Tak Terjamah Manusia Selama Hampir 30 Tahun

    Saat bus yang dikemudikan Amirudin itu melintasi jalan yang menurun dan berkelok, ternyata bus itu berjalan tidak terkendali, diduga lantaran remnya blong. "Bus itu pun menabrak sepeda motor Honda Beat bernomor polisi T-4382-MM," ujar Budhy.

    Terkait dengan kondisi rem, baik Suranto ataupun Dedi mengaku pihaknya selalu melakukan pengecekan rem, oli, tekanan angin dan komponen kelistrikan pada busnya sebelum melakukan perjalanan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.