Kamis, 24 Mei 2018

Kemenhub Sebut Mobil Listrik Tanpa Suara Bisa Membahayakan

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (kedua kanan) didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono (kanan) melihat mobil listrik Ezzy II milik Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) saat peresmian Jalan Tol Surabaya-Mojokerto (Sumo) seksi IB, seksi II, dan seksi III di gerbang Tol Warugunung, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (19/12). Jalan Tol Surabaya-Mojokerto (Sumo) yang diresmikan yaitu seksi IB Sepanjang-WRR (4,3 KM), seksi ll WRR-Driyorejo (5,1 Km), dan seksi III Driyorejo-Krian (6,1 Km). ANTARA FOTO/Umarul Faruq

    Presiden Joko Widodo (kedua kanan) didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono (kanan) melihat mobil listrik Ezzy II milik Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) saat peresmian Jalan Tol Surabaya-Mojokerto (Sumo) seksi IB, seksi II, dan seksi III di gerbang Tol Warugunung, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (19/12). Jalan Tol Surabaya-Mojokerto (Sumo) yang diresmikan yaitu seksi IB Sepanjang-WRR (4,3 KM), seksi ll WRR-Driyorejo (5,1 Km), dan seksi III Driyorejo-Krian (6,1 Km). ANTARA FOTO/Umarul Faruq

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Perhubungan masih melakukan pendalaman terkait dengan formulasi uji tipe kendaraan bermotor listrik atau mobil listrik, untuk selanjutnya menentukan perangkat peralatan yang dibutuhkan.

    Direktur Sarana Ditjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Eddy Gunawan mengatakan hal-hal yang tengah didalami itu seperti formulasi uji tipe, ambang batas suara kendaraan, pembeda suara kendaraan, kekuatan baterai, dan perangkat peralatan yang dibutuhkan.

    Baca: Pertamina Siap Pasok Energi Terbarukan untuk Mobil Listrik

    Eddy mengatakan ambang batas suara diperlukan untuk guna memberikan keselamatan bagi pengguna jalan dan pengendara mobil listrik. Tidak hanya itu, suara kendaraan bermotor mobil listrik juga harus berbeda dengan suara sepeda motor memungkinkan.

    “Kalau kendaraan listrik enggak ada suara bahaya buat keselamatan. Kemarin kami sudah lakukan pendalaman, kira-kira berapa desibel. Harus ada suara. Kalau boleh, membedakan ini suara sepeda motor, masih dalam pendalaman,” katanya, Senin 12 Februari 2018.

    Baca: Nissan Note e-Power Aman Saat Melintasi Banjir, Ini Alasannya

    Otoritas juga sedang mengkaji aspek kekuatan baterai pada kendaraan bermotor mobil listrik. Saat ini, dia mengaku membutuhkan formulasi uji tipe untuk menentukan jenis perangkat alat uji tipe yang dibutuhkan diadakan. “Kami juga masih menjajaki kira-kira alat uji seperti apa. Nah, kami sedang mengusulkan peralatan uji kendaraan listrik.”

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Pasang Surut Hubungan Anwar Ibrahim dengan Mahathir Mohamad

    Anwar Ibrahim mendukung PM Malaysia Mahathir Mohamad, padahal Anwar sempat berseteru dan akhirnya dijebloskan ke penjara oleh Mahathir di 1999.