Suzuki Ignis Jawara City Car, Daihatsu Sirion Ditarget 7 Persen

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perodua Myvi atau Daihatsu Sirion di Malaysia. sumber: perodua.com.my

    Perodua Myvi atau Daihatsu Sirion di Malaysia. sumber: perodua.com.my

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Astra Daihatsu Motor (ADM) meluncurkan generasi baru Daihatsu Sirion untuk bersaing di segmen city car yang dikuasai Suzuki Ignis. Daihatsu tak mematok target tinggi untuk All New Sirion sebanyak 200 unit per bulan. Angka tersebut akan berkontribusi sebanyak 7,49 persen terhadap pasar city car.

    “Target hanya ingin mempertahankan pasar yang sudah ada,” kata Direktur Marketing ADM Amelia Tjandra usai peluncuran All New Sirion di Jakarta, Selasa 13 Februari 2018.

    Baca: Fitur Ini yang Diklaim Membuat All New Daihatsu Sirion Irit BBM

    Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), sepanjang 2017, penjualan pabrik ke diler Sirion sekitar 149 unit per bulan. Model ini bersaing dengan Suzuki Ignis, Honda Brio, dan Nissan March di kelas city car.

    Mengusung mesin 1.300 cc, Sirion generasi ketiga tampil mencolok di kelasnya. Sebab, rata-rata pemain lama menggendong mesin 1.200 cc. Menurut Amelia, meski menggunakan kubikasi mesin lebih besar, Sirion tetap efisien dari segi bahan bakar. Sebab, hal ini menjadi satu alasan preferensi konsumen dalam memiliki city car.

    Dari data Gaikindo tahun lalu, Suzuki Ignis menjadi pemimpin pasar. Bermodal tampang ala sport utility vehicle (SUV), model ini membukukan penjualan ke diler 14.157 unit dengan penguasaan pasar 44,18 persen.

    Di urutan kedua, pemain lama, Honda Brio mencatatkan penjualan 10.580 unit. Selanjutnya diikuti oleh Nissan March 2.416 unit.

    Baca: Video Daihatsu Sirion Jalani Uji Tabrak ASEAN NCAP, Hasilnya?

    Secara keseluruhan, city car tidak menjadi pilihan utama masyarakat Indonesia. Sepanjang 2017, mobil berkubikasi mesin di bawah 1.500 cc ini hanya menyumbang 2,97 persen terhadap pasar domestik. Namun angka tersebut naik tipis dibandingkan dengan capaian 2016, yang hanya 2,11 persen.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.