Transjakarta Siapkan Bus Pengumpan Bodi Alumunium, Kelebihannya..

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengerjaan bis Transjakarta di Karoseri Nusantara Gemilang. Sumber: swa.co.id

    Pengerjaan bis Transjakarta di Karoseri Nusantara Gemilang. Sumber: swa.co.id

    TEMPO.CO, Jakarta -  PT Transportasi Jakarta atau Transjakarta menyiapkan bus angkutan masa terbarunya untuk pengumpan yang dirakit di Kudus, Jawa Tengah. Berbeda dengan pendahulunya, bus angkut kali ini berbahan alumunium yang ramah lingkungan dan dapat mengangkut masa lebih banyak. Bus ini masuk dalam skema realisasi penambahan bus low entry Transjakarta yang ditargetkan akan mencapai 300 buah pada tahun ini.

    Bus yang dikerjakan di Karoseri Nusantara Gemilang ini berjumlah 101 unit dari 300 unit yang direncanakan. Kendaraan hasil produksi perusahaan karoseri asal Kudus ini menggunakan alumunium, sehingga irit bahan bakar dan ringan.

    “Kami menggunakan bahan alumunium, sebagaimana yang telah digunakan oleh bis kota sejenis di kota-kota besar dunia. Pemilihan material ini didasarkan oleh sifat material tersebut yang anti karat, dapat di daur ulang, ringan, dan mudah dalam perawatan,” ujar Direktur Utama PT Transportasi Jakarta, Budi Kaliwono.

    Baca: Setelah Fiji, Laksana Perusahaan Karoseri Siap Rambah Bangladesh

    Alumunium dipilih lantaran sifatnya yang ringan, sehingga dapat mengangkut penumpang lebih banyak dari penggunaan baja yang sebelumnya dipilih untuk body transjakarta. “Diferensiasi yang dihasilkan mencapai 800 kilogram, dengan margin 10-14 orang,” Direktur Teknik dan Fasilitas PT Transportasi Jakarta, Wijanarko.

    City bus yang rencananya juga akan dioperasikan untuk perhelatan Asian Games 2018 ini memiliki kapasitas 73 penumpang, dengan komposisi 37 orang berdiri, 34 tempat duduk, dan 2 area kursi roda, dengan sasis Mercedes-Benz.

    Bus ini dirancang dengan ruang yang lebih besar di area depan untuk penumpang berdiri. Hal tersebut dikarenakan bus ini akan digunakan sebagai feeder jarak dekat yang akan menghubungkan stasiun MRT, perkantoran, kcj dan halte Transjakarta. “Bus yang low entry sekarang ini sedang kami buat akan menghubungkan antar stasiun MRT, perkantoran, KCJ, dan halte Transjakarta layaknya bus kota. Nantinya bus ini tidak berjalan di koridor busway,” ujar Wijanarko.

    Kelebihan dari city bus berbody alumunium ini adalah ringan, irit bahan bakar, dan lebih tahan lama dari proses korosi atau pengkaratan. “Kami memperkirakan life time bus ini bisa mencapai 15 tahun,” ujarnya.

    Wijanarko menambahkan, saat ini perusahaan milik pemerintah daerah ini telah diarahkan untuk menciptakan mobil yang ramah lingkungan oleh pemerintah DKI Jakarta, sehingga penggunaan alumunium dianggap sebagai solusi sementara, karena menghasilkan Co2 yang jauh lebih rendah.

    Baca: 2 Penyebab Karoseri Lokal Sulit Diekspor ke Luar Negeri

    Sebagai tambahan, jumlah pengguna angkutan Transjakarta mengalami kenaikan. Dari yang semula berjumlah 102 juta pada tahun 2015 naik menjadi 144 juta pada tahun 2017 atau naik 50 persen. “Diharapkan dengan datangnya bus baru ini ditambah dengan peningkatan teknologi yang kami gunakan akan meningkatkan jumlah penumpang di tahun-tahun berikutnya,” kata Wijanarko.

    SWA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.