Renault Cetak Rekor Laba Berkat Penghematan Biaya Produksi

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja memproduksi Renault New Alpine A110 Sports di Dieppe, Perancis, 14 Desember 2017. New Alpine A110 Sports diketahui sebagai mobil sports berbobot ringan. REUTERS

    Pekerja memproduksi Renault New Alpine A110 Sports di Dieppe, Perancis, 14 Desember 2017. New Alpine A110 Sports diketahui sebagai mobil sports berbobot ringan. REUTERS

    TEMPO.CO, Boulogne-Billancourt - Pabrikan mobil Prancis, Renault, membukukan rekor penjualan dan keuntungan pada 2017 berkat penghematan biaya produksi yang dijalankan di bawah kepemimpinan Carlos Ghosn di tengah aliansi dengan Nissan dan Mitsubishi.

    Saham Renault naik pada Jumat waktu setempat, 16 Februari 2018, setelah mengumumkan kenaikan laba operasional sebesar 17 persen menjadi 3,854 miliar euro atau 6,6 persen dari pendapatan yang naik 14,7 persen menjadi 58,77 miliar berkat permintaan kendaraan yang melonjak di Eropa.

    Baca: Aliansi Renault dan Nissan Paling Laris, Toyota Ikuti Strategi

    Rekor pendapatan itu melewati ekspektasi analis terhadap laba operasional Renault sebesar 3,65 miliar euro.

    "Kami terkejut dengan pencapaian berkualitas ini," kata analis Evercore, Arndt Ellinghorst, dilansir Reuters, Sabtu, 17 Februari 2018.

    Ellinghorst mengatakan penghematan biaya produksi yang mencapai 663 juta euro itu menjadi salah satu faktor yang membuat Renault mampu mencatatkan rekor keuntungan.

    Simak: 2018, Nissan Targetkan Penjualan 1,17 Juta Unit di Cina

    Laba operasional pada divisi otomotif utama, tidak termasuk bisnis AvtoVAZ di Rusia, naik 15,2 persen menjadi 363 juta euro.

    Renault juga menaikkan dividen yang diajukan sebesar 12,7 persen menjadi 3,55 euro per saham dan berupaya mempertahankan marjin operasi di atas 6 persen pada 2018.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.