Sulsel Dongkrak Pembayar Pajak Angkot, Subsidi 70 Persen Hingga..

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga melakukan perpanjangan pajak kendaraan bermotor saat Peresmian Kantor Pelayanan Samsat di Kantor Kecamatan Penjaringan, Jakarta, 18 September 2015. Ujicoba layanan Samsat diselenggarakan di empat Kantor Kecamatan yaitu Kemayoran, Kebon Jeruk, Pasar Minggu, dan  Pulogadung. TEMPO/Subekti.

    Warga melakukan perpanjangan pajak kendaraan bermotor saat Peresmian Kantor Pelayanan Samsat di Kantor Kecamatan Penjaringan, Jakarta, 18 September 2015. Ujicoba layanan Samsat diselenggarakan di empat Kantor Kecamatan yaitu Kemayoran, Kebon Jeruk, Pasar Minggu, dan Pulogadung. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Bidang Perencanaan dan Pelaporan, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulawesi Selatan Darmayani mengatakan Bapenda memberikan subsidi pajak untuk angkutan umum orang sebesar 70 persen. "Subsidi 70 persen ini diberikan untuk Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), maupun Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) untuk angkutan umum orang," kata Darmayani di Makassar, beberapa waktu lalu.

    Sementara, lanjutnya, untuk kendaraan bermotor angkutan umum barang, subsidi ditetapkan sebesar 50 persen. Ia menjelaskan, insentif berupa subsidi ini, hanya diberikan kepada kendaraan angkutan umum yang berbadan hukum.

    Baca: Kesadaran Bayar Pajak Motor di Jawa Tengah Hanya 65 Persen

    Selain itu kata dia, harus memiliki izin trayek, memiliki buku uji kendaraan, serta memiliki surat izin tempat usaha/surat izin usaha perdagangan (SITU/SIUP) bergerak di bidang angkutan umum.

    Pihaknya, lanjut dia, sedang menunggu terbitnya Peraturan Gubernur (Pergub) sebagai dasar pemberlakuan aturan tersebut.

    Ia menjelaskan, Bapenda Sulsel telah melakukan banyak terobosan untuk memanjakan wajib pajak di Sulsel. "Karenanya tidak ada lagi alasan untuk tidak membayar pajak kendaraan bermotor," ucapnya.

    Selain pembayaran pajak nontunai, terobosan lain Bapenda Sulsel adalah samsat keliling, samsat delivery, pelayanan e-samsat di Bank Sulselbar, info pajak via sms dan twitter, penagihan door to door, dan masih banyak lagi.

    Bapenda Sulsel, kata dia, juga memberikan insentif bea balik nama untuk pembekuan kendaraan baru (BBNKB) Dengan pemberian subsidi ini, BBNKB di Sulsel menjadi 10 persen yang sebelumnya sebesar 12,5 persen.

    Baca: Inilah Keringanan saat Ikut Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor

    "Dengan BBNKB sebesar 10 persen, artinya harga kendaraan di Jakarta sudah sama dengan kendaraan di Makassar, jadi tidak perlu lagi membeli kendaraan di baru di Jakarta, cukup membeli kendaraan di Sulsel," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.