Pertalite Digunakan di Motor Keluaran Lama, Ini Kata Komunitas

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengendara motor mengisi bahan bakar Ron 90 Pertalite yang baru diluncurkan di SPBU kawasan Tanah Abang, Jakarta, 24 Juli 2015. Pertamina menyediakan Pertalite 5.000 liter per hari di 103 SPBU di Jakarta, Bandung, dan Surabaya. Tempo/Tony Hartawan

    Pengendara motor mengisi bahan bakar Ron 90 Pertalite yang baru diluncurkan di SPBU kawasan Tanah Abang, Jakarta, 24 Juli 2015. Pertamina menyediakan Pertalite 5.000 liter per hari di 103 SPBU di Jakarta, Bandung, dan Surabaya. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah komunitas pecinta motor jadul di Kota Pekanbaru mengatakan lebih tertarik menggunakan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite buat kendaraannya karena mampu menambah tenaga dorong bagi mesin yang sudah tua dan uzur.

    "Untuk mengimbangi klasiknya penampilan motor jadul, perlu performa mesin yang memiliki tenaga dorong, dengan pakai Pertalite ini solusi bagi pecinta motor tersebut," kata Ketua Komunitas Motor Jadul Pekanbaru Widde Munadir Rosa, Selasa 20 Februari 2018.

    Baca: Produk Baru Total Tantang Pertalite Buatan Pertamina, Harganya...

    Ia yang juga memiliki bengkel reparasi motor jadul Bengkel Mode di Jalan Karya Bakti dengan nama selalu mengingatkan setiap pelanggannya untuk menggunakan bahan bakar yang memiliki Researh Octane Number (RON) lebih tinggi. Widde menyebutkan meski motor jadul kondisi kendaraannya uzur ditelan usia. Selain tenaga motor bertambah, karburator mesin juga bersih tidak ngandat kalau dibawa jalan.

    Komunitas motor jadul harus menyadari bahwa dengan bawaan mesin yang sudah tua tentulah perawatannya perlu ekstra, dengan pilihan bahan bakar Pertalite. Sebagai perbandingan kemampuan pembakaran, sambung dia, Premium memiliki nilai oktan 88, sedangkan Pertalite memiliki RON 90, Pertamax sebesar 92, dan Pertamax Plus sebesar 95. Nilai ini menunjukan seberapa besar tekanan yang bisa diberikan sebelum bensin terbakar secara spontan.

    "Artinya secara teknis kadar oktan yang dimiliki oleh Pertalite lebih tinggi daripada Premium, " pungkasnya.

    Kholik, salah satu pecinta motor jadul mengaku tidak segan-segan merogoh sakunya hanya untuk merawat dengan Pertalite dan memodifikasi motor cup 70 miliknya. Walau belum tergolong klasik, tetapi berkat kreatifitasnya tampilan unik dan menarik membuat ia bangga saat menungganginya.

    Baca: Pertamina Berharap Ada Pembalap Indonesia di MotoGP dan F1

    "Saya sengaja pakai Pertalite kalau lagi ada uang bahkan sesekali pakai Pertamax, " ujar Kholik.

    Menurutnya dengan BBM berkualitas mesin tua motornya tidak ngadat dan mampu diajak melaju lebih kencang. "Tidak berasap lagi, " tuntasnya.

    Selain itu, pemilik bengkel Afto Motor Modifikasi, Jalan Paus Nomor 55, Marpoyan Damai Pekanbaru, Saibun menambahkan ia mampu melayani hobi pelanggan mengubah motor jenis Scorpio menjadi klasik dengan biaya berkisar Rp4-5 juta. Semakin klasik tentunya semakin besar biaya yang harus dikeluarkan. Namun demi hoby seseorang rela melakukan apapun.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.