BMW Ingin Memproduksi Mobil Listrik MINI di Cina

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mini Cooper F56. ausmotive.com

    Mini Cooper F56. ausmotive.com

    TEMPO.CO, Muenchen - BMW Group telah memasuki tahap lanjutan dalam membentuk usaha patungan di Cina yang akan digunakan untuk memproduksi kendaraan bermerek MINI berpenggerak listrik di negara Tirai Bambu itu.

    Dilansir dari laman resminya, BMW Group telah menandatangani perjanjian bisnis dengan produsen Cina Great Wall Motor. Selain produksi baterai Mini listrik pertama di Oxford mulai 2019, kerja sama ini juga menandakan komitmen yang lebih jelas terhadap masa depan merek MINI.

    Baca: Laris Manis, BMW Fokus Pasarkan Mobil Listrik

    Langkah selanjutnya yang dilakukan BMW adalah menyetujui rincian kesepakatan usaha patungan dan membahas aspek-aspek seperti pemilihan lokasi produksi dan investasi.

    Kendati demikian, BMW Group tidak berrencana untuk mendirikan sebuah organisasi penjualan tambahan di Cina. Perusahaan ini berkomitmen kuat untuk melanjutkan kerja sama dengan struktur penjualan yang telah mapan.

    Terlepas dari pertimbangan strategi terhadap merek MINI, BMW Group akan terus mengembangkan usaha patungan dengan BMW Brilliance Automotive (BBA) yang sukses di Cina.

    Simak: MINI John Cooper Works Buggy Debut di Reli Dakar 2018

    Selain dua lokasi produksi mobil, BBA juga telah mengoperasikan pabrik mesin yang mencakup pabrik baterai untuk kendaraan merek BMW yang diproduksi secara lokal di Shenyang. Itu adalah pabrik baterai pertama yang dioperasikan oleh produsen mobil premium di Cina.

    Dalam beberapa tahun terakhir, BBA menjadi tonggak kesuksesan BMW di pasar terbesarnya dan menjadi model pengembangan MINI di Cina.

    Sekitar 560.000 unit kendaraan bermerek BMW dikirim ke pelanggan di Cina pada 2017, lebih banyak daripada di dua pasar terbesar lainnya, AS dan Jerman, jika digabungkan.

    Pada 2017, Cina merupakan pasar terbesar keempat MINI, dengan penjualan 35.000 unit.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Memilih Status PSBB, Sejumlah Negara Memutuskan Lockdown

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi memutuskan PSBB. Hal itu berbeda dengan sejumlah negara yang telah menetapkan status lockdown atau karantina wilayah.