Tak dipatenkan, Ini Rincian Biaya Pembuatan Becak Listrik

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Raden Sunarto dan becak listrik tenaga surya yang dikembangkan bersama timnya di SMK Piri 1 Kota Yogyakarta. TEMPO/Pribadi Wicaksono

    Raden Sunarto dan becak listrik tenaga surya yang dikembangkan bersama timnya di SMK Piri 1 Kota Yogyakarta. TEMPO/Pribadi Wicaksono

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Pelopor becak listrik bertenaga surya atau solar sell, Sekolah Menengah Kejuruan Piri 1 Yogyakarta Raden Sunarto sengaja tak mematenkan inovasi becak listrik yang bernama Belis agar teknologi itu bisa diterapkan banyak pihak.

    “Silahkan ditiru, semua boleh memakai (inovasi becak listrik ini), kami tidak mematenkan karena niatnya ilmu itu untuk dibagikan sehingga penggunaan energi terbarukan di Indonesia makin merata,” ujar Raden Sunarto, guru teknik listrik SMK Piri 1 Yogya yang juga pencipta becak listrik, Senin 26 Februari 2018.

    Sejumlah lembaga dan perorangan di Yogyakarta, ujar  Raden, sudah mencoba menerapkan becak listrik ala SMK Piri 1 itu untuk berbagai keperluan.

    Baca: Kisah Awal Mula Penemuan Becak Listrik di SMK Piri Yogya

    Seperti perusahaan modifikasi mobil Yogya Kupu-Kupu Malam yang membuat meski tidak menggunakan panel surya. Ada pula perusahaan pembuat kendaraan bertenaga listrik Mobilijo (Mobil Listrik Jogja) juga membuat becak listrik bertenaga surya. Termasuk legislator DPR RI Ahmad Hanafi Rais pernah juga membuat becak listrik Hanafi Rais untuk keperluannya sendiri.

    Becak listrik SMK Piri 1 Yogya ini sudah dibuat dua generasi sejak tahun 2012 lalu. Total ada 10 becak yang dibuat dengan suntikan modal dari Kementerian Riset dan Teknologi saat itu. Becak-becak itu lalu disewakan kepada pihak hotel dan pengemudi becak di Yogya dan juga penelitian siswa untuk pengembangan lanjut.

    “Saat pertama kami membuat becak ini dulu biayanya masih cukup mahal karena ada komponen yang belum tersedia banyak di tanah air,” ujar Sunarto.

    Saat becak listrik generasi I dibuat, kesulitan pertama mencari panel surya yang menjadi tenaga utama becak listrik. Akhirnya harus didatangkan dari Cina. Awal pembuatan itu, satu unit becak listrik biayanya bisa mencapai Rp 19 juta.

    “Sekarang yang membuat panel surya ini di tanah air lumayan banyak sehingga harganya bisa ditekan daripada lima tahun lalu,” ujarnya.  

    Saat ini, ujar Raden, dengan modal Rp 12 juta pun sudah bisa dibuat becak listrik dengan menggunakan panel surya produksi tanah air seperti dari Sinyoku.

    Baca: Becak Listrik Mulai Disewakan, Ini Kata Pengayuhnya

    Raden berharap temuan becak listrik tenaga surya ini bisa digunakan luas untuk masyarakat. Jadi tidak sekedar slogan becak listrik saja yang sumber listriknya masih menggunakan bahan bakar minyak (BBM).

    “Saat ini kami sedang kembangkan becak listrik generasi III sesuai permintaan pemerintah Kota Yogya yang akan menggunakannya sebagai moda transportasi regional,” ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.