Becak Listrik Akan Diusulkan Jadi Moda Regional di Yogya

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Raden Sunarto dan becak listrik tenaga surya yang dikembangkan bersama timnya di SMK Piri 1 Kota Yogyakarta. TEMPO/Pribadi Wicaksono

    Raden Sunarto dan becak listrik tenaga surya yang dikembangkan bersama timnya di SMK Piri 1 Kota Yogyakarta. TEMPO/Pribadi Wicaksono

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Pemerintah Kota Yogyakarta berencana menggunakan becak listrik bertenaga surya (solar sell) penemuan dari Sekolah Menengah Kejuruan Piri 1 Yogyakarta.

    Raden Sunarto, guru teknik listrik SMK Piri 1 yang juga pembuat becak listrik tenaga surya itu mengatakan masih menyiapkan generasi III dari becak listriknya sebelum diusulkan kepada pemerintah kota Yogya.

    “Kami masih sempurnakan konstruksi becak listrik ini agar makin ideal jadi angkutan penumpang,” ujar Raden ditemui di SMK Piri 1 Yogyakarta Senin 26 Februari 2018.

    Baca: Tak dipatenkan, Ini Rincian Biaya Pembuatan Becak Listrik

    Konstruksi yang disempurnakan itu antara lain dimensi ukuran becak, kaki-kaki, dan juga sistem pengereman. Jika becak kayuh umumnya menggunakan ban ukuran kecil, maka akan dibuat ban yang lebih sesuai untuk menopang bodi becak itu.

    “Setidaknya diameter roda becak seperti ban sepeda motor, sehingga lebih nyaman dikemudikan,” ujarnya.

    Dimensi luar becak listrik yang panjangnya dan lebarnya masih 180 cm x 110 cm menurut Raden juga perlu dipangkas sedikit agar dapat menurunkan tinggi becak listrik yang masih 158 cm. Tujuannya agar becak lebih aman secara keseimbangan.

    Sedangkan untuk sistem pengereman becak yang masih tunggal perlu dibuat sistem ganda di tiap teromol agar lebih pakem. Tujuannya agar keselamatan penumpang dan pengemudi lebih terjamin. “Sebenarnya untuk sistem pengereman ganda ini sudah diterapkan di becak listrik generasi II, tinggal melanjutkan saja di generasi III,” ujarnya.

    Untuk kecepatan becak listrik ini sebenarnya masih bisa ditambah namun peraturan lalu lintas yang berlaku tak membolehkan lebih dari 30 km/jam.

    "Kami taati aturan berlaku dengan tak menambah kecepatannya karena sudah maksimal 30 km/jam," ujarnya.

    Baca: Kisah Awal Mula Penemuan Becak Listrik di SMK Piri Yogya

    Raden yang sudah menjadi guru teknik listrik di SMK Piri selama 26 tahun itu menambahkan, perawatan becak listrik relatif mudah. Pertama, jangan sampai indicator aki penyimpan tenaga listrik tenaga surya dalam keadaan kosong sama sekali. Kedua, saat jalan menanjak, pengayuh becak harus taat dengan membantu tenaga motor listrik dengan ikut mengayuh melalui pedal yang tersedia.

    “Kalau tanjakann dipaksakan, itu menyiksa becak dan aki bisa jebol,” ujarnya. Ketiga, saat starting awal becak listrik berjalan, pengayuh juga membantu mengayuh agar dorongan becak tak terlalu berat.

    “Setelah becak listrik jalan biasa baru aktifkan tenaga listrik untuk berjalan,” ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara