Pasar Stagnan, Daihatsu Harapkan Terios Baru Jadi Pendobrak

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • All New Daihatsu Terios dalam media test drive di Padang, Sumatera Barat, 11-12 Januari 2018. TEMPO/Naufal Shafly

    All New Daihatsu Terios dalam media test drive di Padang, Sumatera Barat, 11-12 Januari 2018. TEMPO/Naufal Shafly

    TEMPO.CO, Jakarta - Gross Domestic Product (GDP) ditetapkan pada level 5 persen untuk 2018 dan Non Performing Loan (NPL) yang masih cukup tinggi di industri otomotif, menjadi proyeksi ke depan bagi pelaku bisnis otomotif. PT Astra Daihatsu Motor (ADM) mengacu pada proyeksi makro ekonomi 2018 itu karena 80 persen penjualan mobilnya dibeli dengan sistem kredit.

    Menurut Direktur Pemasaran PT Astra Daihatsu Motor (ADM), Amelia Tjandra, nilai NPL atau kredit macet yang tinggi menyebabkan leasing company akan berhati-hati melakukan persetujuan (approval).

    “Kami tidak dapat mengharapkan naik seperti tahun 2012-2013 yang level GDP-nya lumayan tinggi, 6 persen. Kondisi saat ini dengan level GDP 5 persen dan NPL yang masih tinggi, kami melihat industri otomotif masih relatif di level yang sama atau stagnan,” ungkap Amelia. ADM secara retail, market sale-nya ada di posisi nomor dua hingga 17,3 persen, artinya jika dibandingkan tahun 2016 justru turun, karena mencapai 17,8 persen.

    Baca: Dua Bulan Dirilis, Penjualan Daihatsu Terios Memepet Sigra

    Hal ini disebabkan segmen mobil yang menjadi pasar Daihatsu mengalami penurunan. Segmen Daihatsu di tahun 2016 mencapai sekitar 71,5% dan tahun 2017 turun menjadi 69,1%. Kondisi ini diikuti dengan volume penjualan yang juga turun dari 192 ribu unit pada 2016 menjadi 108 ribu di 2017. Kenaikan justru terjadi pada permintaan untuk segmen truk dan komersial besar di tahun 2017.

    All New Daihatsu Terios menjadi senjata baru bagi Daihatsu di industri mobil. Diluncurkan November 2017 lalu hingga pertengahan Januari 2018 telah terjual 4.000 unit. Varian terlaris didominasi oleh Daihatsu Terios tipe tertinggi yakni R-Type. “Terios R-Type manual berkontribusi sebanyak 40 persen terhadap total penjualan Terios keseluruhan. Awal Januari lalu kami juga meluncurkan All New Daihatsu Terios untuk automatic,” tambahnya.

    Untuk harga tidak mengalami perubahan signifikan, bahkan beberapa tipe SUV Daihatsu ini justru mengalami penurunan yang bervariasi, mulai Rp200 ribu hingga Rp 4,1 juta. Dalam penentuan harga, Daihatsu melihat net price dari produksi mobilnya. Perubahan seluruh tampilan interior dan eksterior All New Daihatsu Terios diciptakan dengan kesan mewah dan modern. Size yang lebih besar dibandingkan model sebelumya, berukuran 4.435 mm, lebar 1.695 mm, dan tinggi 1.705 mm dengan ketinggian 220 mm.

    Strategi yang dijalankan Daihatsu didasarkan lima pilar. Pilar pertama, produk. Produk yang dikeluarkan Daihatsu adalah yang sesuai dengan kondisi jalan atau kondisi Indonesia. Pilar kedua, network. Jika mempunyai produk tetapi tidak memiliki network, tidak akan dapat berjualan. Pilar ketiga, proses. Maksudnya proses memberikan pelayanan yang sama, baik itu konsumen yang membeli di Jakarta, Makassar atau Medan.

    Baca: Ini Strategi Daihatsu Tangkal Harga Murah Mobil Wuling dan Sokon

    Pilar keempat, people. Jika telah memiliki produk, network, dan proses, tetapi jika tidak memiliki orang yang melayani akan percuma. Itu sebabnya, disiapkan orang Daihatsu yang friendly reliable. Artinya orang-orang ini melayani konsumen sebagai ‘sahabat,’ bukan sebagai raja. Pilar kelima, adalah brand. Bagaimana Daihatsu menempatkan brand value-nya. “Daihatsu telah memiliki value di Indonesia sebagai ‘sahabat’ dan akan terus kami lakukan,” ujarnya.

    Target 2018 yang ingin dicapai ADM adalah dapat mencapai pangsa pasar 17 persen secara total dengan mengandalkan semua produknya. Pelayanan juga akan ditingkatkan dengan mencoba fokus pada pelayanan purna jual.

    SWA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.