Tip Memilih Mobil Pikap dari Kacamata Pengusaha

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peluncuran mobil Pikap Daihatsu Hi-Max di ITC Cempaka Mas, Jakarta, 10 November 2016. Daihatsu Hi-Max telah dipersiapkan dan diuji jalan di berbagai medan terutama melintasi banjir. Tempo/Tony Hartawan

    Peluncuran mobil Pikap Daihatsu Hi-Max di ITC Cempaka Mas, Jakarta, 10 November 2016. Daihatsu Hi-Max telah dipersiapkan dan diuji jalan di berbagai medan terutama melintasi banjir. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Balina Agung Perkasa, perusahaan distributor Aqua untuk wilayah Jakarta Utara, Jakarta Timur, dan Bekasi, menilai satu faktor penting dalam memilih mobil pikap ringan adalah kapasitas muatan. Bak yang dapat menampung lebih akan memangkas biaya operasional.

    “Pikap yang bisa menampung lebih banyak muatan lebih efisien,” kata Presiden Direktur PT Balina Agung Perkasa Ferry Tjendekiawan di Century Park Hotel, Jakarta, beberapa waktu lalu.

    Baca: Desain Saudara Toyota Agya Eropa Mirip Karakter di Film Star Wars

    Saat ini, bisnis PT Balina Agung Perkasa yang dirintis sejak 1997 itu memiliki 400 unit pikap ringan. Ferry melanjutkan, sebagai pengusaha, selain muatan, harga beli, biaya perawatan, kemudahan suku cadang, dan harga jual sangat diperhitungkan. Maklum saja, pikap ringan merupakan satu mitra kerja utama perusahaan yang bergerak sebagai penyalur air mineral tersebut.

    Dalam lima hari kerja, setiap pikap rata-rata menempuh jarak 30-50 kilometer. Beban yang diangkut berkisar 90-100 galon atau lebih-kurang 1,8 ton.

    Hal senada juga disampaikan Darma Kumara, pemilik Purnama Furniture. Saat ini, dia menggunakan pikap yang memiliki dek lebar. “Saya pakai pikap untuk antar kasur. Dek lebar itu pas ukurannya,” ujarnya.

    Baca: Tip Berkendara Agar Hemat Bahan Bakar

    Darma mengatakan 80 persen penjualan yang dilakukan perusahaannya adalah matras spring bed ukuran 160. Dengan dek mobil yang lebar, kata dia, muatan pengantaran bertambah sekitar 30 persen. Dia menambahkan, selain mempertimbangkan faktor teknis, setialah kepada satu merek dan jalin komunikasi yang baik dengan tim penjual. “Mereka terus menawarkan informasi-informasi terbaru,” ucapnya.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kebijakan Lockdown Merupakan Kewenangan Pemerintah Pusat

    Presiden Joko Widodo menegaskan kebijakan lockdown merupakan wewenang pusat. Lockdown adalah salah satu jenis karantina dalam Undang-undang.