Akomodasi Mobil Listrik, Aturan Uji Kendaraan Dirombak

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto berjabat tangan dengan CEO Mitsubishi Motors Osamu Masuko usai penyerahan kendaraan listrik Mitsubishi, di kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta, 26 Februari 2018. Penyerahan tersebut turut disaksikan oleh Mensesneg Pratikno, Menteri LHK Siti Nurbaya dan Wamenkeu Mardiasmo. ANTARA/Sigid Kurniawan

    Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto berjabat tangan dengan CEO Mitsubishi Motors Osamu Masuko usai penyerahan kendaraan listrik Mitsubishi, di kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta, 26 Februari 2018. Penyerahan tersebut turut disaksikan oleh Mensesneg Pratikno, Menteri LHK Siti Nurbaya dan Wamenkeu Mardiasmo. ANTARA/Sigid Kurniawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Perhubungan sedang melakukan revisi beleid pengujian tipe kendaraan bermotor agar bisa memfasilitasi pengujian mobil listrik. Sementara itu, sejumlah pengusaha bus listrik sudah mulai berjualan produknya.

    Humas Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Pitra Setiawan menuturkan, rancangan revisi Keputusan Menteri Perhubungan No. KM 9/2004 tentang Pengujian Tipe Kendaraan Bermotor sudah berada di biro hukum Kementerian Perhubungan. “Iya, infonya sedang direvisi. Posisi sudah di biro hukum,” kata Pitra kepada Bisnis, Senin 5 Maret 2018.

    Baca: Begini Rasanya Menjajal Mitsubishi Outlander PHEV, Kabin Senyap

    Dalam rancangan revisi beleid tersebut, dia menunjukkan, Kementerian Perhubungan akan memasukkan persyaratan teknis dan layak jalan mobil listrik sebagai salah satu poinnya. Dia mengatakan persyaratan teknis dan laik jalan yang akan dicantumkan dalam beleid itu yakni terkait dengan suara dan baterai penyimpanan listrik pada kendaraan.

    Suara kendaraan perlu dicantumkan sebagai persyaratan teknis dan laik jalan demi keamanan mengingat pada kendaraan tersebut tidak ada knalpotnya. Menurutnya, kendaraan motor listrik tanpa suara akan berbahaya ketika beroperasi di jalan raya.

    Adapun mengenai baterai penyimpanan listrik yang terpasang pada kendaraan bermotor tidak boleh mudah meledak. Namun, terkait dengan kapasitasnya, rancangan peraturan menteri perhubungan yang sedang disusun tidak mencantumkannya.

    Menurut Pitra, rancangan peraturan menteri perhubungan tersebut akan diberlakukan untuk kendaraan secara umum. Adapun mengenai target penyelesaian rancangan peraturan menteri perhubungan tersebut, dia menuturkan harapannya dapat selesai secepat mungkin.

    Baca: Soal Mobil Listrik, Kemenkeu Masih Kaji Insentif

    Kepala Balai Pengujian Laik Jalan dan Sertifikasi Kendaraan Bermotor (BPLJ-SKB) Caroline Noorida Aryani menuturkan, pihaknya berharap regulasi terkait dengan pengujian kelaikan mobil listrik segera ditetapkan. Dalam revisi KM 9/2004, pihaknya mengusulkan mengenai adanya uji suara dan daya tahan baterai terhadap mobil listrik. Pengujian terhadap daya tahan baterai, lanjutnya juga perlu dilakukan dalam kondisi jalan basah.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.