Honda Akan Merilis CR-V Baru di India, Simak Bocorannya

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Honda CR-V Hybrid Prototype (hondanews.eu)

    Honda CR-V Hybrid Prototype (hondanews.eu)

    TEMPO.CO, Jakarta - Honda bersiap untuk meluncurkan mobil SUV CR-V di India sekitar awal tahun 2019. Honda CR-V tidak baru di India, namun kali ini Honda akan memasarkan CR-V menggunakan mesin diesel untuk pertama kalinya di India. Autocar telah mengungkapkan spesifikasi diesel CR-V Honda baru untuk pasar India. Saat ini, Toyota Fortuner masih menjadi pimpinan pasar saat ini dan model diesel paling banyak dicari.

    Honda CR-V akan menawarkan alternatif untuk Fortuner untuk pembeli SUV di India. Bos Honda di India, Yoichiro Ueno cukup optimis; "Kami mengharapkan respon yang cukup besar terhadap CR-V karena segmen ini berorientasi diesel," kataya. Ia pun menyampaikan harga Honda CR-V diesel akan kompetitif, tentu untuk model yang paling redah.

    Baca: Suzuki Vitara 2018 Lawan Honda CR-V Diuji di India, Lebih Lapang

    Di pasar seperti Thailand, Honda CR-V 2018 menggunakan mesin diesel Earth Dreams 1.6 liter yang mampu menghasilkan tenaga 158 bhp. Di Filipina, menggnakan mesin bertenaga lebih rendah 118 bhp, yang juga bisa sampai ke pasar India.

    Bedanya dua mesin ini, versi 158bhp memiliki dua turbocharger, sedangkan versi 118bhp hanya menggunakan satu turbo. Namun soal torsi tidak berbeda terlalu jauh. Mesin turbo 118bhp menghasilkan 300Nm, sedangkan mesin twin-turbo 158bhp menghasilkan 350Nm.

    Baca: Persaingan SUV Gagah: Toyota RAV4 dan Honda CR-V

    Mesin diesel turbo tunggal Honda CR-V dapat melaju dari 0-100kilometer per jam dalam waktu 11,2 detik, sedangkan unit diesel twin-turbo dapat membantu sprint CR-V dalam 9,7 detik, selisih 1,5 detik saja. Kedua versi tersebut dikawinkan dengan gearbox otomatis  9-speed, membuat Honda CR-V baru lebih mudah melaju melalui kondisi berkendara kota.

    DRIVESPARK


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kebijakan Lockdown Merupakan Kewenangan Pemerintah Pusat

    Presiden Joko Widodo menegaskan kebijakan lockdown merupakan wewenang pusat. Lockdown adalah salah satu jenis karantina dalam Undang-undang.