Pembiayaan Otomotif, Kredit Mobil Bekas Berkontribusi 35 Persen

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penjualan Mobil Bekas Melonjak

    Penjualan Mobil Bekas Melonjak

    TEMPO.CO, Jakarta - Saat ini, kredit mobil bekas berkontribusi 35 persen dari pembiayaan otomotif. Deputy Director BCA Finance Suwandi Halim mengatakan potensi mobkas di Indonesia terbilang besar. Saat ini mobil bekas berkotribusi sebanyak 35 persen terhadap pembiayaan otomotif perusahaan, sedangkan sisanya mobil baru. “Kami target mau (komposisi mobkas dan mobil baru) 50-50,” katanya.

    Kendati secara kontribusi penjualan masih kalah dibandingkan mobil baru, tetapi profit mobil bekas lebih tinggi. Hal ini disebabkan oleh suku bunga kredit mobkas di atas mobil baru. “Tapi tidak bisa langsung bilang lebih untung, karena risikonya juga tinggi, jadi high risk high return,” jelas Suwandi.

    Baca: Calya dan Sigra Laris Manis di Bursa Mobil Bekas WTC Mangga Dua

    Suwandi terus mendorong bisnis jual beli mobil bekas secara kredit. Saat ini, BCA Finance bekerjasama dengan Bursa Mobil Bekas WTC Mangga Dua dalam pengembangan kredit mobil bekas. WTC Mangga Dua berkontribusi sebanyak 15 persen terhadap capaian kredit mobil bekas di perusahaan yang juga milik grup Djarum ini.

    Rencananya, Bursa Mobil Bekas (Mobkas) WTC Mangga Dua melebarkan pasar ke Jawa Barat. Perusahaan yang mengklaim menjadi surga mobil bekas terbesar di Asia Tenggara ini akan membuka pusat penjualan baru di Karawang, Jawa Barat, pada 23 Maret 2018.

    Manajer Senior Bursa Mobil Bekas WTC Mangga Dua Herjanto Kosasih mengatakan kawasan tersebut dipilih karena memiliki potensi tinggi. “Terutama sekarang itu pabrik-pabrik banyak sekali. Melihat potensi pasar seperti itu kami beranikan diri,” katanya di Kaskus Playground, Jakarta, Selasa 6 Maret 2018.

    Herjanto menjelaskan lebih lanjut, satu faktor tingginya permintaan mobil bekas di Karawang adalah bertambahnya orang yang berprofesi sebagai pengemudi transportasi umum dalam jaringan (daring) atau online. Sekaligus juga untuk ikut memanfaatkan lahan milik Grup Djarum dengan luas total 180 hektare.

    Di lokasi baru ini, Herjanto menargetkan penjualan sekitar 200 unit per bulan pada tahap awal. Angka itu menyumbang 8 persen dari total transaksi digabung dengan yang di Jakarta.

    Baca: Bursa Mobil Bekas OLX, Toyota Avanza Paling Diburu

    Sepanjang tahun lalu, WTC Mangga Dua membukukan penjualan sebanyak 38.750 unit, atau 8,57 persen di atas target awal. Pada 2018, di tengah tahun politik, Herjanto tidak berharap banyak. Dia membidik menutup buku dengan target konservatif sebanyak 35.000 unit.

    Kendati demikian, capaian awal tahun ini terbilang anomali. Hingga Februari WTC Mangga Dua mencatat penjualan mobkas mencapai hampir 5.800 unit, naik 45 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

    Adapun Bursa mobil bekas Karawang memiliki lahan yang bisa menampung 130 mobil di dalam 26 lot. Sebelum semester pertama 2018 berakhir, perusahaan akan menambah 10 lot baru dan akan terus ekspansi apabila diperlukan.

    Selain Karawang, perusahaan juga mencari celah di Semarang. “Lokasi sudah ada. Mudah-mudahan tahun ini bisa buka di sana,” kata Herjanto.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.