Datsun Cross Diluncurkan di Manado, Harga Rp 181 Juta

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Datsun Cross diluncurkan di Manado, Rabu, 7 Maret 2018. TEMPO/ISA ANSHAR JUSUF

    Datsun Cross diluncurkan di Manado, Rabu, 7 Maret 2018. TEMPO/ISA ANSHAR JUSUF

    TEMPO.CO, Manado - Datsun Indonesia meluncurkan crossover Datsun Cross di Manado, Rabu, 7 Maret 2018. Manado diklaim sebagai pasar potensial bagi Datsun. Kota ini tercatat sebagai kontributor terbesar ketiga penjualan Datsun di Indonesia melalui Datsun Go dan Go+.

    Head of Datsun Indonesia Masato Nakamura mengatakan Manado memiliki pasar tersendiri untuk Datsun. "Kota Manado merupakan pasar potensial bagi Datsun Cross," kata Nakamura saat sela-sela peluncuran di Hall Manado Town Square.

    Baca: Datsun Cross Mulai Diproduksi di Indonesia

    Adapun Datsun Branch Head Area Manado Benny Suparman mengatakan penjualan produk Datsun di Kota Manado mencapai lebih dari 1.000 unit pada 2017. Angka tersebut, kata dia, cukup baik dari sisi penjualan.

    "Untuk total nasional, penjualan Datsun di Kota Manado ada di angka 6 persen," tuturnya.

    Simak: Datsun Cross Meluncur di Medan, Ini Daftar Harganya

    Khusus untuk New Datsun Cross, Suparman menyebutkan pihaknya sudah menyediakan 62 unit yang sudah ready di Manado sehingga para konsumer bisa langsung membawa pulang New Datsun Cross.

    "Dari 62 unit yang ready itu juga bisa bertambah setelah pelaksanaan launching karena nantinya ada test drive yang tentunya bisa membuat para konsumer tahu kehebatan dari Datsun Cross ini," katanya.

    New Datsun Cross sendiri merupakan satu-satunya kendaraan di kelasnya, yang dilengkapi dengan teknologi vehicle dynamic control (VDC). Banderol untuk New Datsun Cross wilayah Manado ada di kisaran Rp 181 juta untuk on the road.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.