Senin, 10 Desember 2018

HPM Recall 10 Ribu Unit Honda CR-V 2017, Ini Penyebabnya

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Honda CR-V 7 seater diluncurkan di IIMS, 27 April 2017. Tempo/Wawan Priyanto

    Honda CR-V 7 seater diluncurkan di IIMS, 27 April 2017. Tempo/Wawan Priyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Honda Prospect Motor (HPM) mengumumkan kampanye Product Update (PUD) untuk komponen Motor Electric Power Steering pada Honda CR-V tahun produksi 2017 yang diduga berpotensi bermasalah dan penambahan unit teridentifikasi dalam kampanye PUD Airbag Inflator yang telah dijalankan sebelumnya. Hal ini sebagai bagian dari program global yang dijalankan oleh Honda Motor Co., Ltd. untuk memastikan standar keselamatan dan kualitas.

    Dalam keterangan resmi pada Kamis 8 Maret 2018, PT HPM juga mengimbau agar konsumen yang mobilnya teridentifikasi untuk segera melakukan pemeriksaan dan/atau penggantian komponen di dealer resmi Honda.

    Kampanye PUD komponen Motor Electric Power Steering dilakukan sebagai tindakan pencegahan terhadap kemungkinan terjadinya kerusakan pada sistem steering yang bertujuan untuk melindungi keselamatan pengemudi dan atau penumpang pada saat menggunakan kendaraan. Unit yang teridentifikasi dalam program ini adalah sebanyak 10.950 unit Honda CR-V produksi tahun 2017 di Indonesia.

    Baca: Penjualan Honda CR-V di Cina Dihentikan Sementara, Ini Sebabnya

    Proses pemeriksaan dan atau penggantian komponen Motor Electric Power Steering berlangsung kurang lebih selama 1 jam, tanpa dikenakan biaya apapun. Kampanye penggantian komponen ini akan mulai dilaksanakan pada hari Senin, 19 Maret 2018 di seluruh dealer resmi Honda di Indonesia.

    Masa kampanye PUD ini akan berjalan selama 6 bulan, mulai tanggal 19 Maret 2018 sampai 19 September 2018, sementara masa perbaikan akan terus berlangsung walaupun masa kampanye telah selesai.

    Kampanye PUD Airbag Inflator merupakan bagian dari program yang telah berjalan sejak Maret 2016. Penambahan unit yang teridentifikasi dalam kampanye ini adalah sebanyak 49.152 unit di Indonesia, terdiri dari: 26.946 unit Honda Jazz produksi tahun 2002 - 2014, 19.145 unit Honda Freed produksi tahun 2012 - 2014, 2.971 unit Honda City produksi tahun 2012 - 2013 dan 90 unit Honda Accord produksi tahun 2012 - 2013.

    Kampanye PUD untuk Airbag Inflator ini dilakukan sebagai tindakan pencegahan terhadap kemungkinan terjadinya keadaan dimana airbag mengembang sebagaimana mestinya pada saat terjadi benturan yang memenuhi syarat, mungkin mengembang secara berlebih (over deployment) akibat tekanan gas yang berlebihan dalam komponen Airbag Inflator, sehingga berpotensi membahayakan penumpang depan pada saat terjadi kecelakaan.

    Baca: Honda Akan Merilis CR-V Baru di India, Simak Bocorannya

    Proses penggantian komponen Airbag Inflator berlangsung kurang lebih selama 1 - 2 jam, tanpa dikenakan biaya apapun. Kampanye ini telah dilaksanakan pada hari Kamis, 8 Maret 2018 di seluruh dealer resmi Honda di Indonesia. Masa kampanye PUD ini akan berjalan selama 6 bulan mulai tanggal 8 Maret 2018 sampai 8 September 2018, sementara masa perbaikan akan terus berlangsung walaupun masa kampanye telah selesai.

    PT HPM juga telah mengirimkan surat pemberitahuan langsung kepada para pemilik kendaraan yang teridentifikasi. Jonfis Fandy, Marketing and After Sales Service Director PT Honda Prospect Motor, mengatakan, “Kampanye ini merupakan bagian dari upaya kami untuk selalu memastikan kendaraannya berada pada standar keselamatan dan kualitas yang tertinggi dan dilakukan tanpa memungut biaya apapun dari konsumen. Mengingat pentingnya program ini, kami menghimbau dan mengingatkan kembali kepada konsumen yang kendaraannya teridentifikasi untuk segera membawa mobilnya ke bengkel resmi Honda untuk proses pemeriksaan dan penggantian komponen."

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia Berupaya Mencegah Sampah Plastik Hanyut ke Laut

    Pada 2010, Indonesia menjadi negara penyumbang sampah plastik nomor dua di dunia. Ada 1,29 juta ton sampah plastik hanyut ke laut.