Penjelasan Suzuki Kenapa Tak Fokus Jualan Sedan

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) memperkenalkan sedan terbarunya, Suzuki Ciaz di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2015 di Tangerang, 30 Agustus 2015. Kehadiran Suzuki Ciaz untuk melengkapi pasar otomotif Indonesia dalam model mobil sedan. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) memperkenalkan sedan terbarunya, Suzuki Ciaz di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2015 di Tangerang, 30 Agustus 2015. Kehadiran Suzuki Ciaz untuk melengkapi pasar otomotif Indonesia dalam model mobil sedan. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Deputy Managing Director 4Wheel PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), Setiawan Surya, mengatakan tidak terlalu berharap dari penjualan mobil sedan di Indonesia karena pangsa pasar yang kecil, kendati pemerintah akan mengurangi tarif pajak sedan. Suzuki, kata dia, memilih fokus pada penjualan model kendaraan dengan pangsa pasar yang lebih besar, misalnya MPV.

    "Karena marketnya kecil, jadi kalau kami investasi marketnya sudah begitu, kemungkinan sulit jualannya," kata Setiawan Surya kepada wartawan beberapa waktu lalu.

    Baca: Ekspor Suzuki Melejit 44 Persen, 2 Mobil Ini Pendongkraknya

    Kendati demikian Setiawan Surya tetap mengapresiasi langkah pemerintah yang berupaya menurunkan pajak sedan sehingga membuat harga kendaraan lebih murah dan membuka peluang masyarakat untuk membeli kendaraan model itu.

    "Memang positif untuk menggairahkan, jadi kalau dibilang Suzuki mendukung, ya kami harus bersyukur karena pemerintah mengeluarkan satu regulasi yang tujuannya baik," katanya.

    Baca: Kejar Target Pasar 11 Persen, Suzuki Akan Rilis 5 Mobil Baru 2018

    Suzuki pun tetap menjual model sedan Ciaz untuk konsumen Indonesia kendati mereka tidak akan menyiapkan stok di diler-diler, melainkan akan mengimpor dari Thailand setelah ada permintaan konsumen. "Ciaz masih, kami masih on-demand sekarang. Jadi kami akan masukkan lagi jika ada permintaan baru," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara