All New Honda CR-V 2018 Mengaspal di Amerika, Ini Kelebihannya

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Honda CR-V. Sumber: swa.co.id

    Honda CR-V. Sumber: swa.co.id

    TEMPO.CO, Jakarta - All New Honda CR-V 2018 sudah meluncur di Amerika Serikat. Namun, untuk spek Eropa, SUV dari Honda tersebut muncul pada pameran otomotif di Geneva Motor Show 2018.

    Model CR-V dengan mesin hybrid dan 7 kursi ini untuk pertama kalinya. Sistem hybrid pada SUV 4x4 tersebut adalah Intelligent Multi Mode Drive (i-MMD), dan terdiri dari mesin bensin 2 liter empat silinder dan dua motor listrik.

    Baca: HPM Recall 10 Ribu Unit Honda CR-V 2017, Ini Penyebabnya

    Seperti dikutip Autoexpress, All-New Honda CR-V akan bersaing KIA Sportage, Hyundai Tucson serta SUV premium lain seperti BMW X1, Audi Q3 dan Mercedes GLA. Model SUV terbaru dari Honda ini berbeda dengan model sebelumnya. Ekterior atau bagian luarnya--terutama bemper mirip dengan Honda Civic terbaru. Pada kabinnya dilengkapi banyak teknologi dan desain terbaru dan rapi dengan kontrol dan tombol yang sedikit. Tidak seperti SUV kebanyakan CR-V mempertahankan tombol iklim terpisah di bawah head unit selebar 7 inchi.

    Model hybrid terbaru dari All New CRV tersebut tidak menggunakan transmisi biasa, melainkan girboks single fixed-gear agar tercipta koneksi langsung dalam pemindahan tenaga. Teknologi canggih ini, kemungkinan belum masuk ke Indonesia.

    Baca: Suzuki Vitara 2018 Lawan Honda CR-V Diuji di India, Lebih Lapang

    All New CRV diproduksi dengan tiga pilihan mesin: diesel, hybrid 2.0 I-VTEC dan 1,4 L Turbo i-VTEC. Untuk Eropa kemungkinan CRV Diesel tidak dipasarkan mengingat regulasi di negera tersebut sangat ketat. Honda CR-V Turbo ini memiliki tenaga maksimum 187 hp dan torsi 240 Nm. Jadi sepertinya untuk pasar Eropa tidak akan jauh berbeda dengan yang dipasarkan di Tanah Air.

    SWA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara