Mobil Bugatti Ini Tercepat dan Termahal Ditawarkan di Pelelangan

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bugatti Veyron Grand Sport Vitesse WRC  mobil tercepat dan mobil yang ditawarkan di rumah lelang dengan harga tertinggi. Sumber: thesun.co.uk

    Bugatti Veyron Grand Sport Vitesse WRC mobil tercepat dan mobil yang ditawarkan di rumah lelang dengan harga tertinggi. Sumber: thesun.co.uk

    TEMPO.CO, LondonBugatti Veyron mampu mencetak kecepatan tercepat di dunia mencapai 408 kilometer per jam. Tidak hanya tercepat, mobil ini juga telah laku di rumah lelang dengan harga £ 3,3 juta atau sekitar Rp 62 miliar.

    Bugatti yag dijual adalah tipe Veyron Grand Sport Vitesse WRC edisi khusus adalah satu-satunya yang masih ada di Cina, dan pernah menjadi mobil produksi tercepat yang pernah ada. Mobil ini dilengkapi dengan mesin turbocharged berkapasitas 8.0 liter yang mampu menghaslkan teaga 1.200 bhp. Rekor kecepatan dunia sebenarnya mampu mencapai 429 kilometer per jam, namun secara elektronik dibatasi untuk menghindari ban tak terkontrol.

    Baca: Bugatti Chiron Akan Masuk Indonesia, Harganya Nyaris Rp 100 M

    Harga dari dealer Bugatti Veyron tipe ini mencapai £ 1,2 juta, Bugatti dibuat hanya 30 unit mulai 2010-2012. Meskipun tidak jelas mengapa model khusus ini tiba-tiba muncul di pasaran, dan menarik perhatian di Cina, dengan pembeli potensial diberi waktu sepekan untuk menawar. Hingga saat ini tawaran sudah mencapai £ 2,65 juta namun sejumlah pengamat angka tersebut terus meningkat hingga
    sasarannya.

    Baca: Supercar Bugatti Veyron Berbodi Perselen

    Pemegang rekor sebelumnya adalah model Veyron Grand Sport Vitesse 2015, yang terjual seharga £ 1.7 juta di Rumah Lelang Mecum Monterey tahun lalu. Meskipun diluncurkan di Shanghai Motor Show pada April 2013, hanya satu dari supercar WRC Prancis edisi khusus yang dijual di pasar Cina.

    THE SUN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.