Kamis, 20 September 2018

Inilah Motor Diesel Buatan Royal Enfield: Iritnya Kebangetan

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Royal Enfield Taurus menggunakan mesin diesel berkapasitas 325cc yang cukup laris di India. Sumber: drivespark.com

    Royal Enfield Taurus menggunakan mesin diesel berkapasitas 325cc yang cukup laris di India. Sumber: drivespark.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Royal Enfield pernah menjual sepeda motor bermesin diesel, yang dikenal dengan Royal Enfield Taurus, varian Bullet langka. Sepeda motor yang dipasarkan antara 1980-an dan 2000 ini sudah hampir punah dan hanya ada di daerah perdesaan dan bengkel sepeda motor antik.

    Royal Enfield Taurus adalah salah satu sepeda motor diesel terlaris di seluruh dunia. Saat itu, Royal Enfield membuat Taurus karena alasan kondisi ekonomi di wilayah India sangat berat sehingga dibutuhkan sepeda motor harian yang irit. Bila ditengok, konsumsi bahan bakar Royal Enfield Taurus cukup mencengangkan, mencapai 85 kilometer hanya dengan 1 liter solar. Apalagi pada era awal 1990-an harga solar separuh harga bensin.

    Baca: Royal Enfield Siapkan 2 Model Motor Harian yang Trendi

    Hanya, keiritan tersebut harus dikompensasi dengan performa Taurus yang biasa saja kalau tidak mau disebut jelek. Royal Enfield Bullet diesel atau Taurus menggunakan mesin 325 cc satu silinder. Tenaga yang dihasilkan 6,5 bhp, setara dengan sepeda motor matik berkapasitas 110 cc zaman sekarang. Sedangkan torsi 15 Nm cukup baik untuk sepeda motor pada masanya. Mesinnya dikawinkan dengan gearbox empat kecepatan. Mesinnya dibuat Greaves Lombardini di Italia.

    Jika di India, Royal Enfield hanya menggunakan mesin satu silinder, sementara di Cina menggunakan mesin diesel V-twin yang lebih bertenaga. Ada varian lain dari Taurus yang disebut Royal Enfield Sooraj. Dibuat sebuah perusahaan traktor yang berbasis di Punjab, bernama Sooraj Tractors, setelah produksi Royal Enfield Taurus dihentikan.

    Penghentian produksi karena mesin diesel umumnya mahal daripada mesin bensin karena komponen mekanisnya lebih banyak. Mesin diesel konvensional dilengkapi unit turbo dan intercooler. Kemudian Royal Enfield Taurus juga terganjal dengan isu emisi karena sepeda motor tersebut akan mengeluarkan asap hitam tebal ketika mesin dihidupkan.

    Baca: Royal Enfield Siapkan Penantang Kawasaki Versys, Ini Sosoknya

    Royal Enfield sangat dikenal karena memberikan pengalaman berkendara yang santai, sementara Taurus memberikan hal yang berkebalikan. Sepeda motor memiliki masalah getaran yang besar karena rasio kompresi mesin diesel yang tinggi. Getarannya begitu tinggi sehingga pengendara bisa merasakan sakit pada sendi bahu. Tak hanya itu, hal lain yang membuat jengkel pengemudi adalah sepeda motor seberat 196 kilogram ini memiliki kecepatan tertinggi hanya 65 kilometer per jam.

    DRIVESPARK


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Memecahkan Rekor Dunia di Berlin Marathon

    Eliud Kipchoge, pelari Kenya, memecahkan rekor dunia marathon dengan waktu 2 jam 1 menit dan 39 dalam di Marathon. Menggulingkan rekor Dennis Kimetto.