MotoGP: Rossi dan Marquez Perlu Mewaspadai Kiprah Dovizioso

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembalap MotoGP dari tim Ducati, Andrea Dovizioso dalam konferensi pers di Jakarta, 1 Februari 2018. Dovizioso mengatakan dirinya selalu mendapat tantangan berbeda di tiap racenya. TEMPO/Tony hartawan

    Pembalap MotoGP dari tim Ducati, Andrea Dovizioso dalam konferensi pers di Jakarta, 1 Februari 2018. Dovizioso mengatakan dirinya selalu mendapat tantangan berbeda di tiap racenya. TEMPO/Tony hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Pembalap Ducati MotoGP Andrea Dovizioso digadang-gadang menjadi salah satu penantang terkuat perburuan gelar pada musim 2018. Enam kemenangan pada musim lalu ditambah dengan konsistensi selama uji coba pramusim menjadi modal pembalap Italia itu bersaing pada musim ini.

    Jelang seri perdana di Qatar pada akhir pekan ini, juara musim lalu Marc Marquez menyebut Dovi menjadi salah satu favorit pemenang. Di sisi lain, Honda, menurutnya, masih kesulitan untuk mengatasi lintasan Qatar.

    Baca: MotoGP: Marquez Perpanjangan Kontrak dengan Honda Hingga 2020

    Marquez, Valentino Rossi dan pembalap papan atas lainnya, patut waspada terhadap Dovi jika ingin mempertahankan gelar. Selain inkonsistensi Yamaha, Dovi telah menunjukkan selama uji coba pramusim menjadi penantang terkuat musim ini. "Kami menjadi penantang perburuan gelar sejak awal," ujar Dovi pasca uji coba di Sepang, Malaysia.

    Peluang Dovi untuk bertarung meraih gelar musim ini cukup besar setelah menjadi runner-up musim lalu. Sedikitnya terdapat tiga alasan Dovi diprediksi mampu bersaing berburu gelar musim ini.

    Pertama, Dovizioso menjadi salah satu pembalap yang terlibat aktif dalam pengembangan motor andalan Ducati, Desmosedici GP. Pada musim keenam bersama pabrikan asal Italia, Dovi menjadi pembalap andalan mengingat penampilan Jorge Lorenzo yang belum konsisten bersama Desmosedici GP.

    Karakter Dovi yang tenang, jarang membuat kesalahan menjadi salah satu poin plus. Hal itu telah ditunjukkan pembalap Italia ini musim lalu ketika berhasil mengalahkan Marquez pada lap terakhir di Austria dan Jepang.

    Kedua, kepercayaan diri tinggi sejak meraih enam kemenangan musim lalu. Kemenangan di Mugello, Italia musim lalu menjadi titik balik Dovizioso bersama Ducati untuk bersaing memperebutkan gelar. Pada musim lalu, Dovi berhasil menjelma menjadi ‘kuda hitam’ dari yang tidak diandalkan pada awal musim menjadi salah satu pesaing terkuat pada akhir musim.

    Baca: Begini Kisah Bocah Asal NTT Meraih Impian Jadi Rossi Masa Depan

    Hasil tiga uji coba pramusim juga menunjukkan kekuatan Dovi karena selalu bersaing menjadi yang tercepat sejak di Sepang (Malaysia), Buriram (Thailand), dan Qatar.

    Ketiga, pembuktian menjadi yang terbaik di garasi Ducati. Seperti diketahui hingga sejauh ini Ducati belum memperpanjang kontrak Dovizioso yang akan berakhir pada akhir tahun ini. Walaupun demikian, pemimpin manajemen Ducati telah memberi sinyal bakal mempertahankan duet Dovi dan Lorenzo.

    Dovi tentu ingin menunjukkan menjadi yang terbaik sebelum membicarakan perpanjangan kontrak. Pasalnya, bukan rahasia lagi jika bayaran Dovi jauh lebih rendah dari Lorenzo yang ketika didatangkan Yamaha berstatus juara dunia.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mengering di Sana-sini

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengeluarkan peringatan dini bahaya kekeringan untuk wilayah Provinsi Banten dan Provinsi DKI Jakarta.