Pemotong Rumput Ini Kalahkan Topspeed Honda Civic, Ini Resepnya

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemotong Rumput buatan Honda yang bisa mengalahkan sedan Honda Civic. Sumber: thesun.co.uk

    Pemotong Rumput buatan Honda yang bisa mengalahkan sedan Honda Civic. Sumber: thesun.co.uk

    TEMPO.CO, London - Honda memiliki mobil rakitan yang diklaim mampu mengalahkan capaian kecepatan tertinggi sedan Honda Civic hatchback. Mobil rakitan ini mampu melaju dan meraih kecepatan tertinggi 134 mil per jam atau 215 kilometer per jam. Mobil ini adalah rakitan dari mesin pemotong rumput.

    Baca: Honda Civic Sedan Kelas Menengah Paling Laku di 170 Negara

    Resep pemotong rumput bertenaga super karena menemplok mesin 1.000cc yang sama biasa berada di sasis Honda CBR1000RR Fireblade dengan tenaga puncak mencapai 189bhp. Honda pertama kali mengungkapkan keinginannya untuk menciptakan mesin pemotong rumput tercepat di dunia pada tahun 2013, saat mereka menciptakan Mean Mower bekerjasama dengan mitra British Touring Car Championship, Team Dynamics.

    Mesin pemotong rumput buatan Honda meraih rekor dunia pada Maret 2014, dengan capaian 116.57 mph di Idiada, takjauh dari Barcelona. Mesin pemotong rumput yang baru hampir 20 mph lebih cepat dari pendahulunya. Rekor tersebut dipecahkan pada akhir tahun 2015 oleh Norwegian Speed Factory team dengan modifikasi mesin pemotong rumput Viking T6 menembus kecepatan 133mph.

    Baca: Buat Balap, Honda Civic Type R Tinggal Mengganti Tombol

    Pabrikan asal Jepang ini siap merebut kembali gelar mereka, dan menjanjikan Mesin Pemotong bisa memecahkan rekor. Pengemudi pengganti di Fast and Furious, Jessica Hawkins, akan berada stir model Mk2 saat persiapan pemecahan rekor. Namun, hingga kini belum jelas kapan akan dilakukan uji coba.

    THE SUN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mereka Boleh Tetap Bekerja Saat DKI Jakarta Berstatus PSBB

    PSBB di Jakarta dilaksanakan selama empatbelas hari dan dapat diperpanjang. Meski demikian, ada juga beberapa bidang yang mendapat pengecualian.