TAM Tak Buru-buru Naikkan Produksi Toyota Rush, Ini Alasannya

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tampak luar All New Toyota Rush yang diluncurkan secara resmi oleh TAM Toyota Astra Motor di Jakarta, 23 November 2017. All New Toyota Rush tampil lebih panjang 230 mm dibanding model sebelumnya menjadi 4.435 mm, dan dilengkapi dengan 7 tempat duduk, 7 seat belt tiga titik, dan 7 head rest, dengan jarak bangku baris kedua dengan bangku baris ketiga sepanjang 700 mm. Tempo/Tony Hartawan

    Tampak luar All New Toyota Rush yang diluncurkan secara resmi oleh TAM Toyota Astra Motor di Jakarta, 23 November 2017. All New Toyota Rush tampil lebih panjang 230 mm dibanding model sebelumnya menjadi 4.435 mm, dan dilengkapi dengan 7 tempat duduk, 7 seat belt tiga titik, dan 7 head rest, dengan jarak bangku baris kedua dengan bangku baris ketiga sepanjang 700 mm. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Toyota Astra Motor (TAM) tidak mau gegabah dalam menaikkan produksi saat permintaan All New Toyota Rush, yang di luar ekspektasi perusahaan. Berdasarkan data internal perusahaan, surat pemesanan kendaraan (SPK) low sport utility vehicle (LSUV) ini sudah mencapai lebih dari 22 ribu unit.

    “Kami lagi usahakan untuk meningkatkan produksi Rush. Tetapi menaikkan produksi tidak bisa sekejap,” kata Executive General Manager TAM Fransiscus Soerjopranoto, Minggu, 18 Maret 2018.

    Baca: All New Toyota Rush Lengserkan Honda HR-V dari Penguasa LSUV

    Soerjo menjelaskan, produksi kendaraan bermotor tidak hanya bicara kemampuan pabrik dalam hal mesin, tapi juga manusia sebagai sumber daya. Dengan demikian, kata dia, tidak mungkin meningkatkan angka produksi tanpa perhitungan matang. “Misal kami minta naik produksi 10 ribu unit bulan ini, bulan depan turun 5.000 unit. Nanti pekerjanya mau dikemanakan,” ujarnya.

    Pada awal tahun ini, Rush menjadi jagoan baru TAM. Jumlah SPK mobil ini sudah 39,7 persen di atas pasokan ke dealer Avanza, yang menjadi tulang punggung perusahaan. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan pabrik ke dealer New Rush pada Januari-Februari 2018 masih sepertiga dari total SPK atau 6.991 unit. Perusahaan masih punya utang 13.009 unit kepada konsumen.

    Baca: New Toyota Yaris Lengserkan Honda Jazz dari Tahta Pasar Hatchback

    Vice President TAM Henry Tanoto mengatakan fokus perusahaan saat ini adalah menghadirkan total ownership experience atau pengalaman kepemilikan mobil. Mengurangi waktu tunggu adalah satu strategi yang tengah diupayakan.

    “Ini yang menjadikan kami harus menjaga alokasi yang cukup besar kepada Rush setidaknya untuk beberapa waktu ke depan, tetapi tetap menjaga agar tidak mengganggu pelayanan terhadap produk Toyota lainnya,” ucap Henry.

    Pembaruan Toyota Rush menjadikan model ini kembali menjadi pemimpin segmen LSUV. Honda harus rela menyerahkan titel tersebut.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.