Pabrikan Cina JAC Motors Akan Luncurkan SUV dan Pikab di Meksiko

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • JAC Motors

    JAC Motors

    TEMPO.CO, Mexico City - Pabrikan otomotif asal Cina JAC Motors menargetkan peningkatan penjualan mobil sebanyak 20 persen di Amerika Latin. Target peningkatan penjualan 20 persen didasarkan pada pengenalan model-model baru di kawasan itu.

    “Tahun ini JAC ingin mencapai target penjualan 30 ribu unit di seluruh Amerika Latin - termasuk Meksiko, Brasil, Bolivia, Kolombia, Cili, Ekuador, Peru dan Venezuela,” kata David Zhang, Wakil Manajer Umum JAC Motors kepada Xinhua News Agency. 

    Baca: Penjualan Mobil Cina Melonjak, Wuling Terbanyak

    Tahun lalu, JAC Motors, yang secara resmi dikenal sebagai Anhui Jianghuai Automobile Co Ltd, menjual 25 ribu unit kendaraan penumpang dan niaga di Amerika Latin. "Kami telah membangun citra yang sangat baik dalam hal penawaran produk di kawasan ini," ujarnya.

    Zhang menambahkan bahwa pada paruh kedua tahun ini, JAC akan menjual kendaraannya di Argentina yang ditandai dengan peluncuran SUV baru dan pikab di Meksiko. Saat ini, JAC menjual SUV Sei 2 dan Sei 3, dan sedan subkompak J4 di Meksiko.

    Simak: Daftar 10 Mobil Listrik Terlaris 2017, Mobil Cina Juaranya

    Untuk memenuhi target penjualannya yang baru, pabrikan mobil berencana untuk menjual sekitar 5.000 unit, lebih dari dua kali penjualan 2017 sebanyak 2.200 unit. Pada bulan Maret tahun lalu, JAC mengumumkan investasi sebesar 4,4 miliar peso (US$ 235 juta) untuk merakit kendaraan di Meksiko, bermitra dengan Giant Motors Latinoamerica dan grup perusahaan keuangan Inbursa di Meksiko.  

    "Di Cina, kami memiliki sistem yang sangat lengkap di industri kami. Sekarang, kami memiliki teknologi dan merek sendiri, dan itu sangat penting," kata Zhang.

    CHINA DAILY | WP


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.