Ban Ini Dipakai Mobil Ferrari Terkeren dan Termahal di Dunia

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ban Pirelli untuk Ferrari 250 GTO. Sumber: motor1.com

    Ban Pirelli untuk Ferrari 250 GTO. Sumber: motor1.com

    TEMPO.CO, Roma - Pirelli mengeluarkan ban Stelvio Corsa terbaru, yang memiliki desain sama dengan ban yang digunakan pada Ferrari 250 GTO pada 1960-an. Mobil ini harganya mencapai US$ 38 juta atau Rp 523 miliar.

    Meski ban untuk mobil klasik namun tetap menggunakan teknologi modern dengan cengkraman yang lebih baik termasuk tingkat keausannya. Ban ini diciptakan hanya diperuntukan pada Ferrari 250 GTO, mobil paling berharga di dunia.

    Baca: Ferrari 812 Superfast Bisa Segera Dipesan, Harga Diatas Rp 6 M?

    Stelvio Corsa adalah bagian dari ban Banelli Collezione untuk mobil-mobil bersejarah dan prestisius. Seperti Cinturato CN72 untuk Maserati, dan P7 maupun CN36 untuk Porsche.

    Desain pola tapak dan dinding samping ban ini mirip dengan ban bawaan aslinya, tetapi ban baru ini menggunakan senyawa baru yang canggih yang memiliki daya kendali yang lebih baik pada permukaan basah, dan keamanan yang tinggi.

    Teknisi Pirelli menggunakan parameter yang sama dengan yang digunakan oleh desainer mobil saat itu, memperhitungkan suspensi asli dan karakteristik mesinnya. Desain lama Pirelli Fondazione juga digunakan dalam proses desain, sedangkan produksi ban menggunakan hanya berdasarkan pesanan.

    Baca: 10 Mobil Termahal Dunia yang Terjual di Rumah Lelang

    Ukuran ban untuk Ferrari 250 GTO adalah 215/70 R15 98W di bagian depan dan 225/70 R15 100W di belakang. Tidak ada ukuran lain yang tersedia dan tidak ada mobil lain yang dapat menggunakan Pirelli Stelvio Corsa: hanya Ferrari 250 GTO.

    MOTOR1


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara