Belum Maksimal di Tes Pramusim, Sean Gelael Siap Balapan F2 2018

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sean Gelael mengendarai mobil F1 Pertamina Prema Racing dalam uji coba di Sirkuit Sakhir, Bahrain, Jumat 23 Maret 2018. (Team Jagonya Ayam)

    Sean Gelael mengendarai mobil F1 Pertamina Prema Racing dalam uji coba di Sirkuit Sakhir, Bahrain, Jumat 23 Maret 2018. (Team Jagonya Ayam)

    TEMPO.CO, Jakarta - Setelah menyelesaikan dua kali sesi tes resmi, pebalap Indonesia Sean Gelael menyatakan siap menghadapi musim balap 2018 bersama tim Pertamina Prema Theodore Racing. Sean, yang didukung Jagoya Ayam KFC Indonesia, akan memakai mobil nomor tiga dan bekerja sama dengan rekan setimnya asal Belanda Nyck De Vries

    Tim dan para pebalap Formula 2 telah menyelesaikan tes balap pra musim 2018 di dua sirkuit dengan karakter dan kondisi yang berbeda.

    Tes pertama dilakukan di sirkuit Paul Richared Perancis. Sirkuit ini memiliki karakter lintasan dengan jalur lurus panjang Mistral (1.8 kilometer) dan desain lintasan khas. Lintasan ini juga tidak umum karena dibangun di plato, dan sangat datar. Panjang lintasan penuh adalah 3.610 mil (5.8 kilometer).

    Baca: Uji Coba Formula 2: Sean Gelael Tempati Posisi Ke-6

    Tes kedua berlangsung di Sirkuit Sakhir, Bahrain, 22-23 Maret 2018. Karakter lintasan Sirkuit Sakhir yang abrasif dan temperature lintasan yang panas akan semakin mempercepat degradasi ban. Di sinilah para pembalap dan tim diuji kemampuan serta strategi memanajemen ban.

    Dua tes pra musim di Paul Ricard dan Sakhir sedikit membuka gambaran peta persaingan balapan Formula 2. Meski baru sekadar tes, setiap tim dan pebalap tetap berupaya menunjukkan performa terbaik mobil dan hasil tes mereka.

    Di Paul Ricard, Tim Carlin bersama pebalapnya Lando Norris menunjukkan hasil tes yang mengesankan. Selain Norris, performa apik juga ditunjukkan pebalap George Russel dari tim ART Grandprix. Mereka mendominasi torehan waktuu tercepat.

    Di Sirkuit Bahrain, beberapa tim mulai unjuk gigi. Tim Pertamina Prema Theodore Racing dengan pebalap Nyck De Vries bergantian meraih hasil tercepat dengan pembalap tim Campos Racing Luca Ghiotto untuk meraih waktu tercepat di hari pertama. Hari berikutnya giliran Arjun Maini dari tim Trident dan Maximilian Günther dari tim BWT Arden yang meraih waktu tercepat.

    Simak: Helm Sean Gelael Bermotif Sepatu Merah Putih, Inilah Inspirasinya

    Sean tampil konsisten. Seperti halnya di Sirkuit Paul Ricard, Sean juga membuat usaha yang mengesankan di Sirkuit Sakhir, Bahrain. Paling tidak Sean membuat puas timnya dari hasil race simulation atau race run yang dia lakukan pada Jumat, 23 Maret 2018. Sean berada dalam posisi sepuluh besar. Hasil yang didapat Sean lebih baik dari De Vries.

    Beberapa pembalap dari tim lain juga melakukan race run atau simulasi lomba, namun dengan program yang berbeda. Akan tetapi, jika simulasi dengan kondisi yang sama, Sean terlihat kompetitif. "Senang sekali bisa melakukan simulasi lomba dengan baik. Komunikasi dengan tim juga tidak ada masalah," ujar Sean.

    Sean melakukan simulasi lomba dengan menggunakan ban option atau ban soft (lunak). Program yang mesti ia jalankan mestinya 15 lap, namun teknisinya mempersilakan Sean untuk menambah lap dan ia melakukannya dengan tambahan dua lap.

    Bahan bakar yang ada di mobil Sean Gelael sendiri menurut tim cukup untuk 25 lap, jadi kondisi mobil sangat berat. Sejauh ini, Sean memang masih belum maksimal setiap kali melakukan simulasi kualifikasi dan itu akan terus diusahakannya sekuat tenaga.

    Seri perdana balapan F2 musim 2018 akan digelar di sirkuit Sakhir Bahrain pada 7-8 April mendatang. Setiap tim dan pebalap akan mengevaluasi hasil tes pramusim sebelum bertarung pada balapan perdana.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.