Cerita Dimas Touring Jakarta- Pulau Sabang Naik Yamaha Tmax

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dimas Ardian duduk di atas sepeda motor Yamaha Tmax DX. Dimas merupakan pembeli pertama skuter matik Yamaha Tmax DX model 2018 di Indonesia. Motor itu ia beli dengan harga Rp 299,9 juta, Sabtu, 24 Maret 2018. TEMPO/Wawan Priyanto.

    Dimas Ardian duduk di atas sepeda motor Yamaha Tmax DX. Dimas merupakan pembeli pertama skuter matik Yamaha Tmax DX model 2018 di Indonesia. Motor itu ia beli dengan harga Rp 299,9 juta, Sabtu, 24 Maret 2018. TEMPO/Wawan Priyanto.

    TEMPO.CO, Jakarta - Touring dengan sepeda motor menjadi cara yang dianggap ampuh untuk melepas penat bagi sebagian orang. Dimas Ardian misalnya, ia bersama teman dari komunitas Yamaha Revs CBU Indonesia (YRCI) bersepeda motor dari Jakarta menuju Pulau Sabang, lalu kembali ke lagi ke Jakarta.

    Touring ini melibatkan 7 rider yang mengendarai sepeda motor Yamaha CBU yakni Yamaha Tmax dan Yamaha MT serta Yamaha R6. Rombongan dari Jakarta ini kemudian melakukan regrouping dengan komunitas YRCI di Padang, sehingga total menjadi 15 peserta ketika tiba di titik 0 Pulau Sabang.

    Baca: Yamaha Tmax DX Mulai Diserahkan ke Konsumen, Simak Harganya

    Dimas mengaku berkendara selama 10 hari perjalanan dengan menggunakan skuter matik Yamaha Tmax DX tahun 2017 mulai dari 26 November hingga 6 Desember 2017. “Ber-15, dari Jakarta,” kata Dimas kepada Tempo, Sabtu, 24 Maret 2018.

    Komunitas sepeda motor Yamaha REVS CBU Indonesia (YRCI) melakukan touring jarak jauh dengan rute Jakarta-Pulau Sabang-Jakarta ribuan kilometer selama 10 hari. Peserta menggunakan skuter matik Yamaha Tmax dan Yamaha MT serta Yamaha R6, 26 November - 6 Desember 2017. Dok. YRCI

    Dimas mendapatkan pinjaman Yamaha Tmax DX dari Yamaha Indonesia. Ini adalah kali pertama Dimas menjajal skuter bongsor bermesin 530 cc. “Skuter matik dengan mesin lebih besar namun bodinya ringan dan cukup mengasyikkan untuk perjalanan jarak jauh,” ujarnya.

    Menurut Dimas, mesin Forward-inclined Parallel 2 Silinder 4 katub, DOHC berkapasitas 530 cc yang menghasilkan tenaga 33 kW pada 6.750 rpm dan torsi 53 Nm pada 5.250 rpm cukup ringan ketika diajak berkendara di jalanan menantang di jalur trans Sumatera.

    Simak: 150 Unit Yamaha Tmax DX Tahun Ini Dikapalkan ke Indonesia

    Sebenarnya bukan hal yang mengagetkan jika mesin Yamaha Tmax DX diklaim lebih bertenaga. Pasalnya, kinerja mesin ini ditopang bodi ringan Yamaha Tmax DX yang menggunakan teknologi Yamaha Chip Controlled Throtle (YCC-T). “Jalur yang cukup menantang ada di Aceh dan Padang dengan tanjakan terjal serta tikungan tajam,” ujarnya.

    Sensasi berkendara dengan skuter matik ini menurut Dimas berbeda dengan ketika mengendarai sepeda motor berkopling (manual). “Kalau touring jarak jauh dengan motor berkopling, tangan kiri pasti mudah pegal. Bangun tidur pagi hari terasa sekali. Dengan skuter matik, kendala itu sama sekali tidak terasa,” ujar Dimas yang juga memiliki sepeda motor Yamaha MT-09 bermesin 850 cc ini.

    Komunitas sepeda motor Yamaha REVS CBU Indonesia (YRCI) melakukan touring jarak jauh dengan rute Jakarta-Pulau Sabang-Jakarta ribuan kilometer selama 10 hari. Peserta menggunakan skuter matik Yamaha Tmax dan Yamaha MT serta Yamaha R6, 26 November - 6 Desember 2017. Dok. YRCI

    Jalur yang ditempuh Dimas tak semuanya aspal mulus. Di sebagian perjalanan, ia melewati jalanan berbatu, lumpur, bahkan melewati jalanan yang tergenang banjir. Dari speedometer peserta, rute Jakarta-titik 0.0 Km di Pulau Sabang-Jakarta angkanya mencapai 3.788 kilometer.

    Puas menjajal Yamaha Tmax model 2017, Dimas lantas ingin membeli model 2018, Yamaha Tmax DX.

    Simak: Yamaha Tmax DX Lebih Mahal dari Honda HR-V, Ini Spesifikasinya

    Bahkan Dimas tercatat sebagai konsumen pertama yang menerima Yamaha Tmax DX model 2018. “Motor itu akan dikirim ke rumah dalam waktu 2 minggu, menunggu surat-suratnya selesai diproses,” ujarnya.

    Dimas yang berprofesi sebagai fotografer profesional ini memang termasuk penggemar sepede motor Yamaha. Setelah membeli Yamaha MT-09 850 cc pada 2016 seharga Rp 260 jutaan, kini Dimas mengoleksi skuter matik Yamaha Tmax DX terbaru. Di rumah, ia juga memiliki Yamaha R25 dan Yamaha Nmax. “Saya akan ikut touring lagi tahun ini. Kali ini ke Larantuka. Dalam waktu dekat ini,” katanya.

    Komunitas sepeda motor Yamaha REVS CBU Indonesia (YRCI) melakukan touring jarak jauh dengan rute Jakarta-Pulau Sabang-Jakarta ribuan kilometer selama 10 hari. Peserta menggunakan skuter matik Yamaha Tmax dan Yamaha MT serta Yamaha R6, 26 November - 6 Desember 2017. Dok. YRCI

    Menurut Dimas, perbedaan mendasar antara Yamaha Tmax DX model 2018 dengan model 2017 yang ia gunakan turing ke Pulau Sabang adalah di bagian suspensi dan mode berkendara. “Model 2018 sudah pakai suspensi upside down dan D Mode,” ujarnya.

    Technical Education PT YIMM Agus Dimas Saputra menjelaskan bahwa Yamaha Tmax DX merupakan skutik pertama Yamaha yang menggunakan Yamaha Chip Controlled Throttle (YCC-T).

    “Yamaha Tmax DX mengalami perubahan pada kerangka bodi yang lebih ringan, performa yang lebih baik, pengalaman berkendara, serta kenyamanan lebih maksimal,” kata Agus di sela-sela penyerahan perdana Yamaha Tmax DX kepada konsumen di Yamaha Flagship Cempaka Putih, Jakarta, Sabtu, 24 Maret 2018.

    Komunitas sepeda motor Yamaha REVS CBU Indonesia (YRCI) melakukan touring jarak jauh dengan rute Jakarta-Pulau Sabang-Jakarta ribuan kilometer selama 10 hari. Peserta menggunakan skuter matik Yamaha Tmax dan Yamaha MT serta Yamaha R6, 26 November - 6 Desember 2017. Dok. YRCI

    Agus menjelaskan Yamaha Tmax DX dilengkapi sejumlah fitur unggulan yang merupakan penyempurnaan dari model sebelumnya. Di antaranya adalah cruise control, traction control system, Yamaha D Mode, dan e-adjustable windscreen.

    Cruise control memungkinkan kecepatan jelajan konstan pada rentang 50-140 kilometer per jam yang membuat berkendara jarak jauh lebih menyenangkan. Fitur ini dapat dioperasikan melalui sebuah tombol di sisi kiri stang.

    “Fitur ini berguna sekali bagi mereka yang gemar touring jarak jauh. Motor dapat melaju stabil tanpa perlu menarik tuas gas,” ujarnya.

    Fitur selanjutnya adalah traction control system yang mampu mengurangi risiko ban belakang slip di segala situasi permukaan jalan pada saat akselerasi. Sementara itu, fitur Yamaha D Mode memberikan pilihan pengendara untuk melaju dalam mode berkendara T Mode atau S Mode. “T Mode untuk berkendara dengan gaya lebih santai dan halus. Sedangkan S Mode untuk sporty riding atau mode sport,” tuturnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Akhir Cerita Cinta Glenn Fredly

    Glenn Fredly mengembuskan napas terakhirnya pada Rabu, 8 April 2020 di RS Setia Mitra, Jakarta. Glenn meninggalkan cerita cinta untuk dikenang.