Bos Jeep Ungkap Sosok Mini SUV Pesaing Suzuki Jimny

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jeep mungil yang akan diproduksi 2019 dengan dimensi lebih kecil dari Jeep Renegade. Sumber: motor1.com

    Jeep mungil yang akan diproduksi 2019 dengan dimensi lebih kecil dari Jeep Renegade. Sumber: motor1.com

    TEMPO.CO, London - Jeep akan merilis model SUV berukuran kecil yang baru kemungkinan akan diumumkan pada pertengahan tahun ini. Jeep berukuran kompak ini akan bersaing dalam pasaran mobil SUV low level seperti Suzuki Jimny. Jeep pun akan memasang harga kompetitif sekitar £ 15.000 atau Rp 293 juta.

    "Mobil yang lebih kecil dari Renegade sangat menarik bagi kami dan kami secara aktif menyelesaikan proyek ini," kata CEO Jeep Mike Manley.

    Baca: Jeep Wrangler 2018 Tambah Lapang dan Modern

    Jeep dapat membuat pasar baru dibawah Renegade dengan menggunakan mesin yang dipakai Fiat 500X dengan dimensinya yang ringkas dan lebih ringan. "Kami telah melihat ada pergerakan pasar di Eropa terhadap SUV yang lebih kecil, dan bisa juga untuk menyasar pasar di Amerika Latin," tambah Manley.

    Mobil baru itu tidak akan dijual di Cina. Manley mengatakan permintaan di Cina untuk SUV yang lebih kecil difokuskan pada merek domestik, yang menawarkan harga yang murah.

    Penggunaan mesin dari Fiat Chrysler Automobiles (FCA) menunjukkan bahwa mini Jeep akan berbagi platform dengan model Fiat, city car Panda generasi berikutnya. Hal ini bisa beriringan dengan rencana meluncurnya Panda 4x4.

    Baca: Desain Suzuki Jimny 2018 Menggabungkan Wrangler dan Land Rover

    Perinciannya mini Jeep akan diumumkan pada 1 Juni dalam rencana lima tahunan. Bos FCA Sergio Marchionne akan mengumumkan rencana lima tahun untuk grup dan masing-masing mereknya: Abarth, Alfa Romeo, Chrysler, Dodge, Fiat, Jeep, Lancia, Maserati dan Ram.

    AUTOCAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Instagram Uji Coba Menghilangan Fitur Likes agar Fokus ke Konten

    Instagram tengah lakukan uji coba penghapusan fitur likes di beberapa negara pada Juli 2019. Reaksi pengguna terbelah, sebagian merasa dirugikan.