Mobil Desa Kiat Mahesa Wintor Siap Diproduksi, Begini Tampangnya

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Platform Alat Mekanis Multiguna Pedesaan dipamerkan di Kantor Kementerian Perindustrian, Selasa 27 Maret 2018. TEMPO/Fery Firmansyah

    Platform Alat Mekanis Multiguna Pedesaan dipamerkan di Kantor Kementerian Perindustrian, Selasa 27 Maret 2018. TEMPO/Fery Firmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Dua produsen mobil desa, PT Kiat Inovasi Indonesia dan PT Velasto Indonesia, membentuk dua perusahaan patungan yang akan memproduksi alat mekanisasi multiguna pedesaan atau AMMDes.

    Perusahaan patungan bernama PT Kiat Mahesa Wintor Indonesia (KMWI) dan PT Kiat Mahesa Wintor Distributor (KMWD) itu akan memproduksi dan mendistribusikan mobil desa bermerek KMW alias Kiat Mahesa Wintor.

    Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto duduk di platform Alat Mekanis Multiguna Pedesaan didampingi Sukiat dari PT Kiat Inovasi. Hari ini ditandatangani MoU pembentukan konsorsium PT Kiat Mahesa Wintor Indonesia antara PT Kiat Inovasi dan PT Velasto Indonesia. 27 Maret 2018. TEMPO/Fery Firmansyah

    Menurut pendiri Kiat Inovasi, Sukiat, perusahaannya berkolaborasi dengan Velasto, anak usaha PT Astra Otoparts Tbk, untuk memproduksi mobil angkutan orang maupun pertanian.

    Baca: Inisiator Mobil Mahesa Bertemu Menperin, Ini yang Dibahas

    Kiat Inovasi sebelumnya merancang prototipe mobil pedesaan dengan nama Mahesa Nusantara, sedangkan Velasto lebih dulu merilis alat angkut perkebunan bermerek Wintor. "KMWI akan merancang dan memproduksi AMMDes, sedangkan KMWD memasarkan dan menyediakan layanan purna jualnya," kata dia di Kantor Kementerian Perindustrian, Kamis 27 Maret 2018.

    Mesin Diesel 14 HP untuk Alat Mekanis Multiguna Pedesaan dipamerkan di Kantor Kementerian Perindustrian, Selasa 27 Maret 2018. TEMPO/Fery Firmansyah.

    Direktur Velasto Indonesia, Reza Treistanto, mengatakan prototipe mobil KMW siap menjalani uji ketahanan di jalan raya pada Juli mendatang. Rencananya, mobil pedesaan bermesin diesel ini diproduksi massal pada awal 2019.

    Simak: Begini Cikal Bakal Mobil Desa Mahesa Rintisan Sukiyat

    "Sebenarnya bulan ini sudah menjalani tes, kami siapkan semua prosesnya secara paralel," ujar dia. Reza mengatakan belum menentukan harga jual ini. Namun, kata dia, produsen berupaya menekan harga agar tak melampaui Rp 60 juta.

    Saat ini platform mobil KMW dipajang di Kantor Kementerian Perindustrian. Mobil ini memakai sasis ladder frame berbahan baku baja. Dapur pacunya memakai mesin diesel 550 cc bertenaga 14 daya kuda.

    Mobil desa ini juga dilengkapi transmisi manual 4 percepatan, empat unit rem cakram serta peranti penggerak power take off (PTO) berkekuatan 2.800 rotasi per menit yang dapat dihubungkan dengan alat pertanian.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Uji Praktik SIM dengan Sistem Elekronik atau e-Drives

    Ditlantas Polda Metro Jaya menerapkan uji praktik SIM dengan sistem baru, yaitu electronic driving test system atau disebut juga e-Drives.