Kamis, 22 November 2018

Begini Cara Kaca Film V-KOOL Mempertahankan Pangsa Pasar

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • SPG sedang memperlihatkan produk baru kaca film V-KOOL, Gold Series dan Silver Series.

    SPG sedang memperlihatkan produk baru kaca film V-KOOL, Gold Series dan Silver Series.

    TEMPO.CO, Jakarta - PT.V-KOOL Indo Lestari, meyakini pangsa pasar kaca film V-KOOL akan terus meningkat seiring dengan kehadiran varian-varian baru dan semakin meluasnya jaringan outlet yang kini sudah mencapai 81 outlet yang tersebar di 31 kota se-Indonesia.

    Vice President Direktur PT.V-KOOL Indo Lestari, Linda Widjaja mengatakan di pasar kaca film premium di Indonesia, V-KOOL masih mendominasi pasar setelah berkiprah di pasaran industri kaca film selama 23 tahun dan menempati top of mind bagi kalangan pengguna kaca film segmen premium.

    "Untuk mempertahankan posisi dominan di segmen premium ini, kami secara konsisten selalu menghadirkan produk-produk terbaru dengan kualitas tertinggi yang memenuhi harapan konsumen. Karena itu kali ini kami kembali menghadirkan 2 varian terbaru yakni Gold Series dan Silver Series," kata Linda Widjaja kepada Bisnis seusai peluncuran kaca film Gold Series dan Silver Series, Selasa 27 Maret 2018.

    Baca: Tip Memilih Kaca Film Mobil yang Tepat

    Linda mengemukakan penjualan kaca film mobil selalu berkorelasi dengan peningkatan produksi dan penjualan otomotif. Bagi V-KOOL, dari tahun ke tahun mencatat pertumbuhan penjualan yang signifikan, dimana hampir semua merek mobil sedan, Sport Utility Vehicle (SUV) dan Multi Purpose Vehicle (MPV) di kelas premium, menggunakan kaca film V-KOOL.

    V-KOOL memberikan garansi selama 5 tahun sejak kaca film dipasang. Garansi tersebut dijamin oleh pabrik - bukan oleh perusahaan distributor atau pemasang kaca film - dengan jaminan kualitas yang lengkap termasuk delaminasi, demetalisasi, terkelupas oksidasi dan pemudaran warna.

    Direktur Pengembangan Bisnis V-KOOL Indo Lestari, Lianto Winata V menambahkan kaca film V-KOOL sudah begitu melekat di kalangan pemilik atau pengendara mobil yang bernilai di atas Rp400 juta, dimana pangsa pasar V-KOOL menguasai pasar (market share) sekitar 70 persen-80 persen. Adapun untuk mobil penumpang, memberikan kontribusi penjualan sekitar 25 persen-30 persen.

    "Konsumen V-KOOL terkenal sangat peduli dengan produk berkualitas tinggi, sehingga tidak mudah berpindah ke merek lain lantaran telah merasakan performa kaca film V-KOOL. Mereka sangat loyal, kalau pun mencoba merek lain, tidak lama kemudian mereka segera balik menggunakan V-KOOL," ujarnya.

    Dia mengungkap sejak hadir di Indonesia pada 23 tahun silam, konsumen V-KOOL diperkirakan sudah melampaui 1 juta pelanggan dan saat ini masih menjadi pemimpin pasar di segmen kaca film premium.

    National Marketing Manager PT.V-KOOL Indo Lestari, Jusuf Suseno mengatakan V-KOOL tersedia dalam 3 pilihan grade (tingkat) seri kaca film yaitu Diamond series, Gold Series serta Silver Series. Diamond series mewakili rangkaian kaca film V-KOOL terbaik yang bisa didapatkan. "Diamond Series menggunakan kaca film multi-layer sputtered metal yang diperkuat dengan emas yang sangat baik dalam memantulkan panas," katanya.

    Baca: Kaca Film 3M Tampilkan Warna Black Beauty yang Tetap Jernih

    Gold Series mengkombinasikan kaca film berkinerja tinggi multi-layer sputtered metal pada kaca depan, dengan nano technology infra red non-metal pada kaca samping dan belakang.

    "Performa kaca film paling baik menolak panas adalah kaca film multi-layer sputtered metal (kaca film dengan beberapa lapisan metal penolak panas)".

    Belakangan, kata Jusuf, ada permintaan kaca kaca film depan non-metal dari konsumen, sehingga V-KOOL mengeluarkan Silver Series yang menggunakan nano technology infra red non-metal.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komposisi Utang Merpati Nusantara Airlines

    Asa bisnis Merpati Nusantara Airlines mengembang menyusul putusan Pengadilan Niaga Surabaya yang mengabulkan penundaan kewajiban pembayaran utang.