Penyebab TAM Tak Mematok Target Tinggi pada New Toyota Vios

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • PT Toyota Astra Motor resmi meluncurkan New Toyota Vios untuk memperkuat pasar sedan di Indonesia, Selasa, 3 April 2018. (Dok TAM)

    PT Toyota Astra Motor resmi meluncurkan New Toyota Vios untuk memperkuat pasar sedan di Indonesia, Selasa, 3 April 2018. (Dok TAM)

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Toyota Astra Motor tidak mematok angka penjualan tinggi terhadap produk terbarunya, New Toyota Vios. Sedan entry level bermesin 1.500 cc itu ditargetkan terjual 100 unit per bulan pada awal masa peluncuran dan selanjutnya stabil 50 unit—70 unit per bulan.

    Executive General Manager TAM Fransiscus Soerjopranoto mengatakan harus realistis melihat pasar sedan saat ini. “Nanti kalau ada kebijakan baru soal sedan, kayaknya akan naik,” katanya kepada Bisnis, Selasa 3 April 2018.

    Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) sepanjang 2017, penjualan pabrik ke diler Vios sekitar 67 unit per bulan. Akhir tahun TAM menutup dengan angka 746 unit atau turun 30,73 persen dibandingkan dengan 2016. Capaian tersebut masih kalah dari Honda City.

    Baca: Fitur Keselamatan Canggih Ini Ada di New Toyota Vios

    Seperti diketahui saat ini pemerintah bersama pihak terkait tengah membahas untuk melakukan harmonisasi pajak penjualan barang mewah (PPnBM) kendaraan bermotor. Rencananya tidak ada lagi perbedaan tarif pajak terhadap sedan dan station wagon.

    Interior New Toyota Vios lebih modern. Model terbaru Vios ini dlluncurkan pada 3 April 2018. Dok TAM

    Ketua I Gaikindo Jongkie D. Sugiarto yakin satu alasan tergerusnya pasar sedan adalah perbedaan pajak penjualan barang mewah (PPnBM) dengan jenis mobil lain.

    Peraturan Menteri Keuangan Nomor 37/2017 yang masih berlaku saat ini mengatur PPnBM sedan atau station wagon berkubikasi mesin hingga 1.500 cc sebesar 30 persen, sedangkan kubikasi mesin 1.501 cc sampai dengan 3.000 cc 40 persen. Tarif pajak tertinggi, yakni 125 persen diberikan kepada sedan dengan kapasitas mesin di atas 3.001 cc.

    Baca: New Toyota Vios Meluncur, Harga Mulai Rp 291 Juta

    PPnBM tersebut jauh berbeda dengan jenis kendaraan lain yang memiliki kubikasi mesin kurang dari 1.500 cc sampai dengan 2.500 cc, yang dikenakan pajak barang mewah sebesar 10 persen—20 persen.

    Adapun melihat tren penjualan, pasar sedan di Indonesia terancam punah. Pada tahun lalu, pasokan ke dilernya kembali merosot, bahkan hingga 33,93 persen menjadi 9.139 unit. Kontribusinya terhadap pasar domestik pun ikut turun dari 1,28 persen menjadi 0,85 persen.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.