Mobilio Digempur Suzuki Ertiga dan Xpander, Honda Tak Khawatir

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peserta lomba hemat bahan bakar Honda Mobilio seri kedua bersiap menuju Jungle Land, Bogor. Start dimulai dari Kantor Pusat PT Honda Prospect Motor di Sunter, Jakarta Utara, Sabtu, 13 Januari 2018. Dok HPM

    Peserta lomba hemat bahan bakar Honda Mobilio seri kedua bersiap menuju Jungle Land, Bogor. Start dimulai dari Kantor Pusat PT Honda Prospect Motor di Sunter, Jakarta Utara, Sabtu, 13 Januari 2018. Dok HPM

    TEMPO.CO, Jakarta - Mitsubishi Xpander telah sukses menggeser Toyota Avanza dan Honda Mobilio dalam penjualan. Bahkan penjualan Honda Mobilio pun terdampak dan mengalami penurunan. Selain itu, Suzuki Ertiga dikabarkan akan mendapat pembaruan dalam penyelenggaraan Indonesia International Motor Show 2018.

    Direktur Pemasaran dan Purnajual PT Honda Prospect Motor Jonfis Fandy mengatakan wajar bila produk baru akan mengakibatkan penurunan produk lama. "Mobilio turun karena enggak bisa naik terus-menerus, kadang turun. Ada waktunya model baru datang, lalu mobil lain turun," ujarnya di Senayan City, Selasa, 10 April 2018.

    Baca: Suzuki Ertiga Sudah Dites di Indonesia, Ini Bocoran Terbaru

    Menurut Jonfis, yang paling penting adalah menjaga konsumen atau loyalitasnya. "Kuncinya bagaimana kami meng-cover total produksi, stok di dealer, usaha di dealer menjadi lebih sehat, itu tujuannya. Kalau konsumen ke yang lain, kan mereka yang pilih," tuturnya.

    Kemungkinan konsumen pindah ke lain merek karena pergeseran selera dan tren, Jonfis mengakuinya. Meski demikian, kata dia, Mobilio tidak akan buru-buru mendapat pembaruan karena baru tahun lalu mendapat facelift. "Enggak setiap tahun ada pergantian, dan mobil ini (Mobilio) baru ganti lagi tahun lalu," ucap Jonfis, yang tak mau berbicara banyak soal strategi lanjutan terkait Mobilio.

    Baca: Adu Irit BBM, Komunitas Honda Mobilio Tembus 22 Km/Liter

    Ia pun tak khawatir dengan penurunan penjualan Mobilio. "Tidak (khawatir)-lah. Tahun kemarin kan masih bisa jualan 180-an ribu."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.