Toyota Supra Akan Dirilis Akhir 2018, Begini Tampilan Interiornya

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Spyshoot setir Toyota Supra. Sumber: carscoops.com

    Spyshoot setir Toyota Supra. Sumber: carscoops.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Toyota akan membangkitkan kembali kejayaan supercar Toyota Supra pada 2019. Tampilan Toyota Supra sudah banyak beredar bahkan beberapa kali muncul dalam pameran. Hanya saja, baru kali ini terungkap penampakan interiornya.

    Spyshoot menangkap penampakan interior prototipe akhir dari Toyota Supra 2019, menunjukkan dasbor mobil sport baru Jepang. Dalam penampakan sebelumnya, mobil yang menjalani tes itu menggunakan part milik BMW namun tidak kali ini. Namun model kemudi dengan tiga spoke masih diragukan akan digunakan pada Toyota Supra produksi akhir. Ada kemungkinan menggunakan setir dua spoke seperti mobil Jepang.

    Baca: Toyota Camry 2018 Dipasarkan di India, Simak Keunggulannya

    Kluster instrumen semuanya serba digital dan mungkin dapat dikonfigurasi sementara detail dasbor tampak menggunakan logam untuk lubang ventilasi udara dan layar infotainment yang dipasang di atasnya.

    Toyota Supra GTR. Sumber: swa.co.id

    Mobil uji juga dilengkapi dengan transmisi otomatis, menggunakan selektor perseneling yang terlihat seperti yang ditemukan di BMW terbaru serta paddle shifter dibalik setir.

    Baca: Toyota C-HR Hybrid Kemungkinan Masuk Indonesia, Ini Jawaban TAM

    Toyota Supra baru akan menggunakan mesin enam silinder turbocharged yang sama dengan mesin BMW, kemungkinan berkapasitas 3,0 liter bertenaga sekitar 340hp yang dipasangkan ke gearbox dual-clutch. Namun, chief engineer Toyota telah berjanji bahwa Toyota Supra baru akan menjadi mobil yang sangat berbeda dari Z4 baru. Produksi Toyota Supra baru dimulai pada awal 2019 di pabrik Magna Steyr di Austria bersama BMW Z4 baru.

    CARSCOOPS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.