Menteri Jerman Dorong Investasi Mobil Listrik Diperbesar

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mercedes Benz pamerkan teaser mobil listrik EQ A

    Mercedes Benz pamerkan teaser mobil listrik EQ A

    TEMPO.CO, Berlin - Industri otomotif Jerman harus banyak berinvestasi dalam teknologi mobil listrik dan mengembangkan fasilitas produksi baterai di Eropa untuk bersaing dengan pesaing global, Menteri Ekonomi Peter Altmaier mengatakan dalam sebuah wawancara surat kabar yang dipublikasikan pada Senin, 16 April 2018. 

    Altmaier mengatakan kepada surat kabar Bild yang beredar di Jerman bahwa pembuat mobil perlu menginvestasikan “dua digit miliar ” yang tinggi dalam teknologi mobil listrik. Dia mempertanyakan, mengapa perusahaan-perusahaan itu ragu-ragu begitu lama.

    Baca: Kemenperin: Indonesia Belum Siap Masuki Era Mobil Listrik

    Investasi juga diperlukan dalam produksi baterai, mengingat permintaan yang diharapkan untuk jutaan baterai listrik yang dapat membantu perusahaan mendapatkan uang yang baik, katanya. "Kalau tidak, kita harus menerima bahwa sebagian besar nilai tambah akan diproduksi di Asia atau Amerika Serikat, bukan di sini bersama kami," katanya seperti dikutip Reuters.

    Industri mobil Jerman, yang menyumbang sekitar 800.000 pekerjaan di ekonomi terbesar Eropa, dan sedang berjuang dengan reaksi global terhadap mobil diesel setelah Volkswagen mengakui pada 2015 bahwa mereka telah menipu uji pembuangan AS.

    Untuk membantu mengurangi tingkat polusi dan menghindari larangan total kendaraan diesel, VW, Daimler dan lainnya telah meningkatkan pengembangan mobil listrik.

    Baca: Daftar 10 Mobil Listrik Terlaris 2017, Mobil Cina Jawaranya

    Pemerintah koalisi Jerman yang baru berencana untuk meringankan beban pajak pada pengemudi kendaraan listrik, menyediakan setidaknya 100.000 muatan poin tambahan di seluruh negeri dan mensubsidi pembagian mobil untuk mendorong pergeseran ke transportasi yang lebih hijau.

    Ada juga rencana untuk menyediakan dana untuk penelitian teknologi mobil otonom dan mendukung pembentukan produksi sel baterai di Jerman.

    Altmaier mengatakan pembuat mobil Jerman diperlukan untuk mengembangkan model mobil listrik yang setidaknya memiliki jangkauan seperti Tesla tetapi dengan biaya lebh eifisien, dan harus bekerja pada pengembangan platform teknologi informasi untuk mobil self-driving yang terbaik di dunia.

    "Mobil-mobil self-driving pertama yang aman harus beroperasi dengan teknologi Jerman," katanya. Perusahaan Jerman juga harus bekerja dengan perusahaan Eropa lainnya untuk mengembangkan produksi sel baterai Eropa.

    Menteri konservatif mengatakan bahwa adalah penting untuk mengamankan ratusan ribu pekerjaan yang sekarang mendukung industri mobil dan pemasok.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.