Minggu, 22 Juli 2018

Menang di Singapura, Semar UGM Siap Ikut Lomba Otomotif Dunia

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rektor UGM Panut Mulyono menyaksikan mobil karya mahasiswa UGM, Semar, yang menjuarai lomba DWC di Singapura sehingga lolos ikut kejuaraan DWC dunia di London, Juli 2018. (Tempo/M Syaifullah)

    Rektor UGM Panut Mulyono menyaksikan mobil karya mahasiswa UGM, Semar, yang menjuarai lomba DWC di Singapura sehingga lolos ikut kejuaraan DWC dunia di London, Juli 2018. (Tempo/M Syaifullah)

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Mobil Semar kreasi mahasiswa Universitas Gadjah Mada atau UGM dipersiapkan tampil di kompetisi mobil irit sedunia Driver's World Championship (DWC) di London, 8 Juli 2018. Tiket ke Inggris itu dikantongi Semar dengan menjuarai kompetisi DWC tingkat Asia di Singapura, Maret 2018.

    Dalam lomba di Singapura itu, Semar menjadi juara setelah mencatat konsumsi bahan bakar 267 kilometer per liter. Sedangkan yang menggunakan mesin listrik bisa menempuh 270 kilometer per Kwh.

    “Hal yang membuat kami menang, pertama mesin, bobot ringan, bentuk yang ergonomis, dan persiapan,” kata Antonius Adhika, Ketua Tim Semar, Selasa, 17 April 2018.

    Mesin Semar berbahan bakar minyak menggunakan mesin Honda Supra 125 dengan banyak modifikas teknologi sehingga bisa sangat irit. Berat keseluruhan mobil gasoline ini hanya 80 kilogram. Bodinya menggunakan carbon fiber komposit yang biasa digunakan untuk mobil balap F1. Sedangkan mobil Semar dengan tenaga listrik beratnya hanya 40 kilogram.

    Tim Semar UGM saat ini sedang melakukan beberapa revisi minor untuk perbaikan dan peningkatan mileage (jarak tempuh). Perbaikan diprioritaskan yang mendesak saja dan bisa diperbaiki dalam waktu 1 bulan, karena awal Juni 2018 kendaraan harus sudah dikirim ke London.

    “Kita mempersiapkan kendaraan sebaik mungkin untuk mencapai mileage yang terbaik,” kata dia.

    Lomba di London ini merupakan ajang paling bergengsi karena kendaraan mahasiswa dari seluruh dunia dikompetisikan. Ajang ini merupakan lomba adu cepat, adu hemat dan keandalan bergengsi bagi mahasiswa seluruh dunia.

    “Setiap benua hanya boleh diwakili oleh 3 kendaraan saja,” kata dia.

    Jayan Sentanuhady, pembimbing Tim Semar UGM, mengatakan DWC adalah ajang paling bergengsi sejagad untuk kompetisi otomotif tingkat mahasiswa. Karena selain kendaraan diuji kecepatan maupun keandalannya sekaligus juga harus hemat.

    “Ini yang susah, maka ramuan antara performance mesin, aerodinamika bodi, keandalan struktur kendaraan dan kebiasaan pengemudi menjadi ajang racikan yang pas. Ini tantangan,” kata dia.

    Rektor UGM Panut Mulyono menyatakan, kegiatan mahasiswa ini dapat meningkatkan kemampuan hardskill dan softskill mahasiswa dan meningkatkan kapasitas keilmuan dan kompetensi mahasiswa.

    “Harapannya inovasi-inovasi kendaraan Tim Semar UGM dapat segera dihilirkan dan dapat dirasakan dampak inovasi tersebut oleh masyarakat luas,” kata dia. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bulan Juli Ada Hari Es Krim Nasional di Amerika Serikat

    Tanggal 15 Juli adalah Hari Es Krim Nasional di Amerika Serikat. Ronald Reagan menetapkan bulan Juli sebagai hari minuman yang disukai tua muda itu.