Konica Minolta Jadi Kaca Film OEM Mobil Mitsubishi Xpander

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kaca film Konica Minolta tipe ICE-u menjadi kaca film OEM mobil Mitsubishi Xpander di Indonesia. 18 April 2018. TEMPO/Wawan Priyanto

    Kaca film Konica Minolta tipe ICE-u menjadi kaca film OEM mobil Mitsubishi Xpander di Indonesia. 18 April 2018. TEMPO/Wawan Priyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Konica Minolta menjadi kaca film Original Equipment Manufacturer (OEM) Mitsubishi Xpander di Indonesia. Kaca film Konica Minolta yang digunakan adalah tipe ICE-u. Mitsubishi Xpander merupakan kendaraan Low MPV yang diproduksi pertama kali di dunia di Pabrik Mitsubishi Cikarang, Bekasi, mulai 2017.

    Presiden Direktur PT Global Auto International, distributor kaca film Konica Minolta di Indonesia, Andi Setiawan, mengatakan bahwa Indonesia merupakan pasar yang penting bagi Konica Minolta. Apalagi di Indonesia mayoritas mobil yang beredar adalah mobil asal pabrikan Jepang, sama seperti negara asal kaca film Konica Minolta. “Kaca film ICE-u kini menjadi kaca film OEM salah satu mobil terlaris di Indonesia,” kata Andi di sela-sela konferensi pers di Jakarta Selatan, Kamis, 18 April 2018.

    Baca: Tip Memilih Kaca Film Mobil yang Tepat

    Menurut  Andi, kaca film ICE-u memiliki 3 teknologi inti yakni Optical Technology, Coating Technology, dan Material Application Technology. Optical Technology, lanjut Andi, mengaplikasikan prinsip kerja optik mesin fotocopy pada kaca film ICE-u digunakan untuk mencapai target Infra Red Rejection (daya tolak sinar inframerah).

    Sementara, Coating Technology mengaplikasikan teknologi terkini metode nano-coating presisi tinggi. “Untuk Material Application Technology menerapkan sejumlah teknologi dalam penggunaan material photosensitive yang dapat meningkatkan kualitas, daya tahan, sensitivitas, dan produktivitas,” ujarnya.

    Jajaran management PT Global Auto International, distributor kaca film Konica Minolta di Indonesia, memperkenalkan kaca film ICE-u yang menjadi OEM mobil Mitsubishi Xpander. Jakarta, 18 April2 018. TEMPO/Wawan Priyanto.

    Andi menambahkan bahwa teknologi inti yang digunakan pada kaca film ICE-u Konica Minolta memberikan beberapa keunggulan  yakni, tidak mengintervensi sinyal elektronik seperti yang diperlukan ponsel untuk navigasi GPS, mengurangi suhu dalam kabin, menahan sinar ultra violet (UV) yang berbahaya serta ramah lingkungan.

    “Dengan kemampuannya menahan panas yang dipancarkan sinar matahari, maka dapat mengurangi kebutuhan penggunaan penyejuk kabin (AC), hail ini menjadikan pemakaian bahan bakar lebih hemat dan lebih ramah lingkungan,” katanya.

    Baca: Begini Cara Kaca Film V-KOOL Mempertahankan Pasar

    Sementara itu, General Manager Sales & Marekting Global Auto International Andy Hartono menargetkan pangsa pasar sebesar 20 persen dari pasar kaca gilm di Indonesia. “Tidak hanya memasuki pasar OEM, kami juga akan memasuki pasar retail dengan strategi home service, digital marketing, dan penjualan online,” katanya.

    Konica Minolta, lanjut Andy, saat ini juga mengincar OEM lain selain Mitsubishi Xpander. “Segmen menengah atas, sesuai dengan produk premium kami namun harga kompetitif,” ujarnya.

    Kaca film Konica Minolta saat ini tersedia dalam tiga varian yakni Luxury Series, Premium Series, dan Supreme Series. Harga yang ditawarkan untuk konsumen mulai dari Rp 2 juta hingga Rp 7 juta, tergantung dari jenis dan ukuran mobil.

    Di Indonesia, pasar kaca film premium dihuni beberapa pemain. Beberapa di antaranya sudah lama berbisnis di Indonesia seperti V-Kool, 3M, Llumar, hingga Perfection.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.