Rabu, 21 November 2018

Ekspor Melojak, Honda BeAT dan Vario Jadi Andalan AHM

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja menyelesaikan perakitan unit sepeda motor di pabrik AHM, Karawang, Jawa Barat, 3 November 2016. All New Honda CBR250RR diketahui dibekali mesin generasi baru 250cc liquid-cooled 4-stroke DOHC 8-valve, paralel twin cylinder, yang mampu menghasilkan tenaga maksimal 27,1 kW (36,8 PS) / 12.500 rpm dan torsi maksimum hingga 22,5 Nm (2.29 kgf.m) / 10.500 rpm. ANTARA FOTO

    Pekerja menyelesaikan perakitan unit sepeda motor di pabrik AHM, Karawang, Jawa Barat, 3 November 2016. All New Honda CBR250RR diketahui dibekali mesin generasi baru 250cc liquid-cooled 4-stroke DOHC 8-valve, paralel twin cylinder, yang mampu menghasilkan tenaga maksimal 27,1 kW (36,8 PS) / 12.500 rpm dan torsi maksimum hingga 22,5 Nm (2.29 kgf.m) / 10.500 rpm. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Ekspor sepeda motor rakitan PT Astra Honda Motor pada triwulan pertama melonjak 22,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Model skutik mendominasi ekspor sepeda motor Honda periode 3 bulan pertama di tahun ini.

    Berdasarkan data Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia (AISI) pada periode Januari – Maret 2018, ekspor sepeda motor nasional dalam kondisi utuh atau Completely Built Uptercatat sebanyak 129.852 unit atau naik 47 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pada periode Januari-Maret 2018, sepeda motor Honda yang diekspor memberikan kontribusi 26 persen terhadap total ekspor triwulan pertama 2018 melalui angka ekspor 33.192 unit.

    Pada triwulan pertama tahun ini, ekspor CBU model skutik Honda mencatatkan pertumbuhan signifikan yaitu 66 persen dibandingkan triwulan pertama pada tahun sebelumnya dari 18.577 unit menjadi 30.794 unit. Produk ekspor terbanyak di segmen ini yaitu Honda BeAT eSP sebanyak 20.602 unit, diikuti oleh Honda Vario series 10.176 unit, Honda Scoopy eSP 10 unit.

    Baca: Lawan Honda Beat, Suzuki Nex II Diriset 2 Tahun di Indonesia

    Sementara itu, ekspor model sport Honda pada periode yang sama tercatat sebanyak 1.539 unit. Angka ini disumbangkan oleh Honda CBR series 913 unit, diikuti Honda CRF 150 sebanyak 520 unit, Honda CB Verza 150 sebanyak 120 unit, dan Honda CB150R StreetFire 40 unit.

    Ekspor tipe motor bebek pada kuartal I/2018 tercatat 805 unit yang berasal dari model Honda Revo dengan kontribusi 500 unit, diikuti Honda Sonic 240 unit, Honda Blade 45 unit, dan Honda Supra Series 20 unit.

    General Manager Overseas Business Division AHM Kurniawati Slamet mengatakan perusahaan memiliki komitmen besar untuk terus meningkatkan volume ekspor sepeda motor setiap tahun sejalan dengan peningkatan permintaan dari luar negeri dan kemampuan anak bangsa memproduksi produk berkualitas global.

    “Kami senantiasa berupaya menghasilkan produksi sepeda motor dalam negeri dengan kualitas yang berstandar global. Kami berkomitmen meningkatkan jumlah ekspor sekaligus memperluas negara tujuan ekspor. Kami optimis hingga akhir tahun nanti ekspor unit maupun komponen kami akan meningkat.”

    Baca: Adu Fitur Suzuki Nex II dengan Honda Beat, Siapa Paling Unggul?

    Saat ini ekspor sepeda motor produksi AHM dalam bentuk CBU didistribusikan ke beberapa negara antara lain Fillipina, dan Bangladesh. Selain mengekspor unit AHM secara CBU, AHM juga mengekspor model motor Honda dalam kondisi terurai (CKD/Completely Knocked Down) dengan beberapa negara tujuan, yaitu juga Jepang, Thailand, Malaysia, Vietnam, dan Kamboja. Model yang diekspor secara CKD ini antara lain Honda Sonic, Supra GTR150, Honda BeAT series, Honda Blade, dan Honda CBR250. Total ekspor CKD AHM sepanjang kuartal I/2018 tercatat sebanyak 43.020 unit.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komposisi Utang Merpati Nusantara Airlines

    Asa bisnis Merpati Nusantara Airlines mengembang menyusul putusan Pengadilan Niaga Surabaya yang mengabulkan penundaan kewajiban pembayaran utang.