Lebaran 2018, APM Prediksikan Penjualan Mobil Naik 15 Persen

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung IIMS 2018 sedang melihat All New Suzuki Ertiga yang diluncurkan untuk pertama kali di dunia (world premiere) di Indonesia. 19 April 2018. TEMPO/Wawan Priyanto

    Pengunjung IIMS 2018 sedang melihat All New Suzuki Ertiga yang diluncurkan untuk pertama kali di dunia (world premiere) di Indonesia. 19 April 2018. TEMPO/Wawan Priyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Agen pemegang merek mobil memproyeksikan musim Lebaran 2018 akan mendorong penjualan retail kendaraan penumpang sekitar 5-15 persen. Namun penjualan akan sangat bergantung pada kemampuan perusahaan memenuhi permintaan. Seperti diketahui, perayaan Idul Fitri terkenal dengan tradisi mudik.

    “Momentum Lebaran dapat mendorong peningkatan penjualan retail kendaraan penumpang 5 sampai 15 persen,” ujar Harold Donnel, Head of Brand Development and Marketing Research 4W PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), seperti dikutip Bisnis, Senin, 30 April 2018.

    Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia, penjualan mobil penumpang sepanjang tiga bulan pertama tahun lalu tercatat 190.319 unit. Dengan asumsi tumbuh 5-15 persen, penjualan pada kuartal kedua tahun ini diproyeksikan mencapai 199.835-218.867 unit. Termasuk kendaraan komersial, pasar mobil pada kuartal kedua tahun lalu tercatat 249.746 unit.

    Baca: AHM Buka Pendaftaran Mudik Gratis Honda 2018, Simak Jadwalnya

    Senada dengan Harold, Executive General Manager PT Toyota Astra Motor Fransiscus Soerjopranoto mengungkapkan momentum Lebaran membuat permintaan pasar menguat, yang sekaligus akan mendorong penjualan ke dealer atau wholesale mobil. “Umumnya semua maker, tidak hanya Toyota, akan mempersiapkan sesuai dengan kebutuhan yang akan meningkat,” ucapnya.

    Produk unggulan Toyota Avanza masih menjadi raja penjualan mobil hingga 2017. Mobil keluarga yang pertama kali diluncurkan pada 2003 ini mencatat penjualan 109.488 unit. Toyota Avanza menggunakan mesin berkapasitas 1,3 liter dan 1,5 liter dengan Dual VVT-i, yang membuat mobil menjadi lebih irit bahan bakar, torsi lebih meningkat, serta ramah lingkungan. TEMPO/Tony Hartawan

    Persiapan tersebut di antaranya meningkatkan pasokan ke dealer. Sepanjang tiga bulan pertama tahun ini, pengiriman mobil dari pabrikan ke dealer tercatat 291.910 unit atau meningkat 3 persen dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar 283.760 unit.

    Selain karena momentum Lebaran, peningkatan kinerja pasar mobil pada kuartal kedua tahun ini turut didorong ajang Indonesia International Motor Show (IIMS). “Kami berharap terdapat peningkatan kinerja pada kuartal kedua tahun ini dengan terdapat ajang seperti IIMS 2018 dan momentum menjelang Lebaran,” ujar Marketing & After Sales Service Director PT Honda Prospect Motor Jonfis Fandy.

    Hingga hari kesembilan IIMS, PT Dyandra Promosindo selaku penyelenggara mengumumkan nilai transaksi yang tercapai Rp 2,5 triliun dari target Rp 3,3 triliun. Angka penjualan mobil tercatat 7.134 unit, sementara sepeda motor roda dua 874 unit.

    Baca: Pengiriman Inden Suzuki Ertiga Baru di IIMS 2018 Sebelum Lebaran

    Hendra Noor Saleh, Direktur PT Dyandra Promosindo, optimistis target transaksi itu akan tercapai. Dia mengungkapkan beberapa faktor pendorong pembelian kendaraan bermotor dalam IIMS 2018, salah satunya momentum menjelang Lebaran. Masyarakat cenderung membeli kendaraan baru untuk mudik dan momentum IIMS 2018 cukup dekat dengan Lebaran.

    Suzuki, yang berhasil meraup penjualan sementara 922 unit, separuh di antaranya disumbangkan All New Ertiga, berupaya mengirimkan produknya ke tangan pembeli sebelum Lebaran.

    Harold optimistis penjualan mobilnya secara keseluruhan dalam ajang IIMS 2018 mencapai target 1.100 unit. “Delivery mudah-mudahan bisa sebelum Lebaran,” tuturnya.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.