Kamis, 22 November 2018

Tips Memilih Mobil Bekas Taksi Blue Bird

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota Komunitas Vios Limo Owner Community dalam Customer CAReady Gathering para pecinta mobil bekas Taksi Blue Bird di Carrefour Lebak Bulus, Sabtu 28 April 2018. TEMPO/Eko Ari Wibowo

    Anggota Komunitas Vios Limo Owner Community dalam Customer CAReady Gathering para pecinta mobil bekas Taksi Blue Bird di Carrefour Lebak Bulus, Sabtu 28 April 2018. TEMPO/Eko Ari Wibowo

    TEMPO.CO, Jakarta - Blue Bird lewat anak usahanya, CAReady memasarkan taksi armadanya yang sudah berusia 5 tahun kepada masyarakat umum. Penjualannya dilakukan di pul taksi. Mobil Toyota Limo bekas Taksi Blue Bird keluaran 2008-2013, dari Rp 72,5 juta hingga Rp 90 jutaan. Tak hanya itu, perusahaan taksi terkemuka tersebut menawarkan bekas angkutan taksi Silver Bird, yaitu Mercedes-Benz E200 kompresor yang ditawarkan mulai Rp 183 juta. "Semua masih bisa dinego," kata Ikhsanawan, sales CAReady, saat acara Customer Gathering CAReady di Carefour Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Sabtu, 28 April 2018.

    Mobil bekas taksi dengan usia pemakaian 5 tahun tentu telah mencapai lebih dari 200 ribu kilometer. Artinya, mobil tentu telah menempuh perjalanan melebihi mobil pribadi. Sehingga, ada trik khusus yang perlu diperhatikan sebelum membelinya. Rangga, anggota Klub Vios Limo Owner Community (VLOC) membeberkan kiatnya mendapatkan mobil bekas taksi yang kondisinya masih oke. "Pertama, periksalah kondisi mesinnya, dengarkan dan coba kendarai. Bagaimana akselerasinya," ujar Rangga yang sudah mengendarai Toyota Limo selama satu tahun.

    Baca: Mau Membeli Mobil Eks Taksi Blue Bird, Harga Mulai Rp 72 Jutaan

    Selanjutnya, lihat jangkauan kilometernya. Dengan jangkauan kilometer yang sudah ribuan, maka kaki-kaki yang biasanya jadi korban. "Cek kaki-kaki, apakah masih enak dan rasakan kemudinya," ujar Rangga yang membeli mobil tersebut seharga Rp 80 juta. Ia mengungkapkan setelah membeli mobil langkah pertama yang ditempuh mengganti kaki-kaki. Rangga membeli velg variasi selain menambah keren penampilan tapi juga untuk peremajaan dengan merogoh kocek Rp 3 juta.

    Modifikasi mobil bekas taksi Blue Bird di acara Customer CAReady dan Komunitas di Carrefour Lebak Bulus Sabtu 28 April 2018. TEMPO/Eko Ari Wibowo

    Hingga satu tahun menggunakan Toyota Limo, Ia mengungkapkan belum pernah ada penggantian suku cadang hanya pengantian rutin seperti oli dan kampas rem. Menurut Rangga, para pengguna mobil bekas Taksi Blue Bird tak perlu khawatir karena banyak promosi untuk service dari sejumlah bengkel Toyota. "Kadang ada diskon khusus," ujarnya.

    Hery Sugiarto, General Manager CAReady PT Blue Bird Tbk, menjamin kualitas mobil meski bekas taksi. Ia mengungkapkan semua mobil Blue Bird sangat mengutamakan kualitas armada saat beroperasi bahkan ketika akan dijual ke konsumen setelah usia lima tahun. "Selama taksi beroperasi kami selalu melakukan perawatan dan pengawasan dengan baik. Begitu juga saat akan dilepas ke masyarakat, mobil harus dalam kondisi prima. Kami memberikan garansi bagi semua unit yang dijual CAReady," ucapnya.

    Baca: Bekas Taksi Blue Bird Tak Kalah Keren dari Mobil Baru

    Untuk memastikan kualitas, Hery mengatakan Blue Bird mempersilakan calon pembeli untuk melakukan test drive di sejumlah pul yang menyediakan penjualan armada ini. "Kalau ada kekurangan-kekurangan ringan, calon pembeli boleh komplain dan kita akan lakukan perbaikan ringan," kata Hery.

    Leo Harwidono, Manajer Teknik Bengkel Blue Bird, mengatakan konsumen tak perlu khawatir karena mobil yang dipakai taksi Blue Bird perawatannya dengan sistem komputer. Perawatan dan perbaikannya tidak akan kelewat sehingga kondisi mobil dipastikan dalam kondisi terawat, tidak akan pernah kelewat servis. "Sistem yang mengarahkan mobil dalam perawatan," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komposisi Utang Merpati Nusantara Airlines

    Asa bisnis Merpati Nusantara Airlines mengembang menyusul putusan Pengadilan Niaga Surabaya yang mengabulkan penundaan kewajiban pembayaran utang.