April 2018 Penjualan Wuling Capai 1.720 Unit, Cortez Terlaris

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wuling Motors Indonesia meluncurkan Cortez bermesin 1.5L di IIMS 2018. 19 April 2018. TEMPO/Wawan Priyanto

    Wuling Motors Indonesia meluncurkan Cortez bermesin 1.5L di IIMS 2018. 19 April 2018. TEMPO/Wawan Priyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Wuling Motors mencatat penjualan sebanyak 1.720 unit sepanjang April 2018. Dari angka itu, Wuling Cortez terjual sebanyak 938 unit dan Wuling Confero 782 unit.

    Brand Manager Wuling Motors Dian Asmahani mengatakan bahwa permintaan Wuling Cortez saat ini memang lebih tinggi dibanding Confero. "Modelnya masih baru, lalu harga kompetitif dan fitur berlimpah menjadi pendorong utama penjualan Cortez," kata Dian di sela-sela kunjungan media ke pabrik Wuling di Cikarang, Bekasi, Rabu, 9 Mei 2018.

    Baca: Wuling Cortez Pakai Mesin 1.5L, Harga Lebih Kompetitif

    Khusus untuk Wuling Cortez, lanjut dia, model 1.8L masih mendominasi penjualan. Sedangkan tipe 1.5L diklaim mendapatkan respon yang positif. "Untuk sementara data penjualan Cortez 1.5L belum masuk. Di pameran IIMS 2018 sebanyak 5 unit dipesan pengunjung," ujarnya.

    Dian menambahkan bahwa pengiriman unit ke konsumen untuk tipe 1.5L akan dimulai pada Juni 2018. "Paling cepat nanti Juni dikirim ke konsumen," tuturnya.

    Baca: IIMS 2018: Perang Diskon di Segmen LMPV, Wuling Paling Laku?

    Berdasarkan data penjualan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) penjualan brand Wuling sejak Januari hingga Maret 2018 menunjukkan peningkatan.

    Pada Januari, total penjualan dua model yang dipasarkan Wuling mencapai 927 unit. Angka ini meningkat menjadi 1.009 pada Februari. Maret, 1.560 unit Wuling terjual. Angka ini meroket menjadi 1.720 pada bulan April.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.