Kamis, 22 November 2018

KTM Sedang Menguji Sistem Keselamatan Antitabrakan

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sensor antitabrakan yang sedang diujicoba KTM. Sumber: drivespark.com

    Sensor antitabrakan yang sedang diujicoba KTM. Sumber: drivespark.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Pabrikan sepeda motor asal Austria, KTM dikabarkan sedang menguji coba pada teknologi keamanan berbasis sensor baru. Menurut Bennetts, KTM sedang menguji sensor baru berbasis adaptasi Cruise Control dan teknologi Blind-Spot Detection. Teknologi ini mirip dengan yang ditemukan di mobil modern. Sepeda motor KTM akan menggunakan sensor baik di depan dan belakang sepeda motor, untuk membantu menghindari tabrakan saat berkendara.

    Baca: KTM Duke 250 Special Edition Muncul di Thailand: Lebih Funky

    Sensor depan akan digunakan untuk adaptasi Cruise Control. Ketika cruise control diaktifkan di atas 30 kilometer per jam, kendaraan di depan terdeteksi dan sensor terkunci. Kecepatan sepeda motor kemudian disesuaikan dengan menggunakan throttling otomatis dan manajemen pengereman. Sepeda motor akan mempertahankan jarak yang telah ditetapkan dengan kendaraan di depan. Jika kendaraan di depan tiba-tiba mengerem, sensor juga akan menyesuaikan kecepatan sepeda motor dan melakukan pengereman otomatis.

    Jarak aman yang telah ditetapkan saat ini adalah dua detik, tetapi KTM menyatakan bahwa setelah tahap pengujian teknologi selesai, seorang pengendara akan dapat mengatur jarak sesuai keinginannya. Jika sensor mendeteksi kemungkinan tabrakan, sistem akan bereaksi lebih cepat dan mengerem lebih keras.

    Baca: Motor Balap Kramer HKR EVO2 Berbasis KTM Duke

    Pada sensor di bagian belakang, radar jarak pendek mendeteksi setiap kendaraan terutama sepeda motor. Setelah terdeteksi, sensor akan memproyeksikan tiga lampu kuning di cermin samping, serta pemberitahuan pada layar TFT. Gerald Matschl, Vice President Research & Development KTM, menyatakan bahwa teknologi baru masih dalam pengembangan dan tidak untuk tahun depan. Pernyataan tersebut menyiratkan bahwa teknologi tersebut akan dipakai pada kendaraan massal paling cepat 2020.

    DRIVESPARK


  • KTM
  •  

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komposisi Utang Merpati Nusantara Airlines

    Asa bisnis Merpati Nusantara Airlines mengembang menyusul putusan Pengadilan Niaga Surabaya yang mengabulkan penundaan kewajiban pembayaran utang.